Pages

Sunday, August 23, 2015

Hari pertama masuk SD, belanja baju dan daur ulang

Cici akan berusia 7 tahun bulan September nanti. Usia masuk grundskolan (*SD) di sini. Cici tahun kemarin masuk förskoleklass (*TK) dan hasilnya bagus. Dia suka sekali sama sekolahnya, apalagi kawan-kawan sekelasnya kebanyakan dari dagis (*playgroup) yang sama. Tgl 18 Agustus kemarin mulai sekolah hari pertama.
Biasanya hari pertama emaknya sudah belikan baju baru karena si Cici sekarang sudah bertambah tinggi. Bajunya yang lama kebanyakan sudah diturunkan ke Meme. Tapi ada juga beberapa baju yang masih bisa dia pakai. Saya bersyukur, anak-anak bukan tipe sangat pemilih soal baju. Kalo belanja baju kita suka melakukan bersama. Selain ingin tahu selera mereka seperti apa, sekaligus mengajarkan anak tentang menghargai baju mereka karena dengan belanja bersama mereka juga bisa melihat harga baju itu. Biasanya kita memakai perbandingan harga dengan harga happy meal McDonnalds (32 SEK). Lucunya tiap kali mau beli baju, baik Cici maupun Meme suka menunggu kalo ada REA (*sale). Bahkan si Cici sudah tahu membedakan mana baju yang REA mana yang tidak. Jadi tiap kali ke toko baju seperti H&M atau Lindex, langsung deh ke bagian REAnya dulu.
Mereka biasanya ngasih tahu ke mamanya, mana baju yang mereka suka dan mana yang tidak. Cici punya kepribadian berbeda sama Meme. Kalo Cici betah diajak belanja lama-lama. Bahkan dia suka sekali mencoba segala jenis baju sebelum kita memutuskan untuk beli. Kalau si Meme, dia ini tipe yang gampang bosan kalau diajak belanja. Abis milih maunya langsung ke kasir, bayar dan langsung pulang. Emaknya kadang dibuat pusing karena yang 1 mau pulang yang 1 lagi mau coba lebih banyak baju sebelum pulang. Untungnya si Cici udah mulai besar jadi kadang emaknya bisa melepas dia sendiri. Ngak kuatir sih soalnya kan kita biasanya di bagian baju anak, jadi saya masih bisa memonitor si Cici dari jauh sambil milih baju dengan Meme. Jadi pas Cici udah abis milih bajunya, si Meme juga udah selesai. 
Nah, kadang ngak semua baju yang dia suka mau dibeli sama Cici. Dia ini selalu membandingkan harga baju sama happy meal itu. Jadi kalau harganya lewat dari 3 kali lipat dari harga happy meal, pasti ngak dibeli. Si Meme mah ikutan saja, masih membiarkan emaknya yang memutusin. Si Meme hanya ngangguk aja kalau dia suka, dan geleng kalau dia ngak suka. Gampang kan? Terus bagaimana si Cici bisa punya banyak baju? Jawabannya ya kita beli dari second hand store.
Di sini ada 2-3 second hand store. Biasanya mereka itu menjual kembali sumbangan baju dari orang sini dan hasil penjualannya disumbangkan ke anak-anak atau orang lain yang membutuhkan di negara lain. Baju yang mereka jual kebanyakan masih bagus dan harganya biasanya 20% dari harga pas baju itu masih baru. Jadi biasanya saya suka mengajak si Cici dan Meme ke second hand store. Awalnya Cici dan Meme agak gengsi untuk beli baju bekas. Saya pun ngak pernah memaksa mereka harus beli baju bekas. 
Suatu hari pas si Cici ngikut ke second hand store, dia tiba-tiba minta dibelikan 1 baju yang mereka jual. Tapi dia masih agak gengsi karena takut temannya tahu kalau baju itu dari second hand store. Gengsi ceritanya... Jadi saya jelaskan ke si Cici kalau dia mau, kita beli dan dia ngak usah bilang ke teman-temannya kalau itu dari second hand store. Akhirnya si Cici setuju juga. Jadi dia biasanya ngak pernah membicarakan baju itu dari mana ketika main di sekolah.
Sampai pada suatu hari (*udah kayak dongeng aja) si papa beli lemari bekas. Si Cici penasaran karena dia tahu papanya banyak uang, kenapa tidak beli lemari baru. Akhirnya dijelaskan papanya bahwa dengan punya uang yang banyak bukan berarti kita boros. Kata papanya : "Om alla köpa nya saker hela tiden, vad ska de göra med de gamla då? Man kan skapa bättre miljö genom att återvinna saker som fortfarande fin. Då behöver vi inte kasta saker och köpa nytt (*Jika semua orang selalu beli barang yang baru, apa yang akan mereka lakukan dengan barang yang lama? Kita bisa melestarikan lingkungan dengan cara mendaur ulang barang yang masih bisa dipakai. Jadi kita tidak membuang barang dan membeli barang yang baru)". Diperlihatkan juga ke si Cici bagaimana papanya menge-cat lagi lemari itu dan akhirnya menjadi bagus.
recycleHasilnya, percakapan si Cici sama guru dan teman-temannya di hari pertama sekolah.
Teacher : Good morning... wow you look so beautiful. Nice sweater you have!
Cici : Thank you. Mamma and I bought it at second hand store only 10 SEK (proudly mention to everyone there)
Another classmate : why? Is your mom have no money to buy you new one?
Cici : It's good to recycle things otherwise our world will be so full with garbage if everyone is keep buying new things. Anyway, it's probably old for the previous owner but it's new for me. Mamma washed it already and it's pretty. Even teacher has the same opinion 
I am shocked with her answer but at the same time I am so proud of her <3

No comments:

Post a Comment