Pages

Sunday, September 13, 2015

Jodoh dan kodok

Kebetulan punya banyak teman kampus cewek yg masih muda. Kebanyakan usia mereka 22-25 tahun. Cuma ya itu balik lagi ke masalah jodoh atau pasangan. Lucu kadang dengar komentar mereka : "Nik, lu nikah muda ya? How did you know that he is the right guy?". Saya cuma bilang: "Sudah jodoh..."
Teman cewek saya di kampus yg paling dekat sebut saja si Quiny cuman ngakak. "Kalo jodoh itu ada, mana jodoh saya ya? Apa dia nyasar? Ngak ada modal kali beli GPS!", nyambung si Quiny. Si Quiny ini cantik, orangnya feminim, baik hati, pintar pula. Nilai dia masuk golongan 5 orang yg nilainya paling tinggi. Tapi yang suka bikin dia error ya itu, masalah pasangan. Umurnya 25 thn tapi selalu ngak beruntung dalam masalah pasangan hidup. Sampai kadang di tengah diskusi grammar, kita akhirnya bukan diskusi grammar malah ngomong soal cowok.
Ya, siapa bilang jadi wanita itu mudah? Kadang susah juga. Mau bertindak duluan nanti dibilang agresif atau tipe yang putus asa. Mau malu-malu, eh malah disambar sama orang lain atau dibilang sok jual mahal. Ha ha ha :D Nasib...
Jadi ingat dulu si mantan pacar orang Amrik, si Dan (wuih, kedengaran internasional sekali, mantan orang Amrik, nikah sama org Skandinavia :P ). Dia ini 10 tahun lebih tua dari saya. Saya kenal dia pas dia lagi liburan di Bunaken. Kerjaannya supir, supir pesawat, itupun saya tahu nanti pas saya sudah menikah. Dan ngakunya dia pelayan di pesawat alias pramugara. Ganteng sih orangnya cuma ya itu playboy. Waktu itu pun saya cuma mau pacaran sama dia bukan untuk serius, hanya untuk pamer kalau saya ini laku juga loh plus sekalian bisa tambah pintar ngomong bahasa Inggris!!! :D Pas ditanya kenapa dia mau sama saya, katanya karena saya ini orangnya asik diajak ngomong, selalu ada bahan cerita (*padahal dia ngak tahu, saya ini cuma mau lancar bahasa Inggris :P ), dan lucu selalu bisa bikin dia ketawa. Kita LDR (Long Distance Relationship) 1 tahun saja. Selama dalam masa 1 tahun itu kita bertemu muka 2 kali dan banyak ketemu di MSN. Selama 1 tahun itu dia juga pacaran sama yang lain, cewek Vietnam, cewek Filipin, dll. (Kan udah bilang doi playboy!). Saya sih ngak masalah, karena merasa kita lebih ke arah jadi teman, bukan untuk pasangan hidup. Lagipula dia juga hanya suka main-main. Katanya ini masa dia untuk mencari pasangan hidup dia. Benar juga sih...
Nah, kita ketemu lagi pas dia nyari saya di MSN setelah kita putus hubungan 4 tahun. Saya sudah menikah, punya anak. Dan tahu saya sudah menikah karena saya kasih tahu dia lewat email. Setelah email saya terakhir, saya ngak pernah dengar lagi kabar dari Dan. Percakapan kita di MSN 4 tahun setelah ngak kontak ya masalah pasangan juga. Doi masih juga mencari dan katanya agak menyesal kenapa dia ngak serius sama saya dulu. Saya katanya satu-satunya orang yang dia bisa jujur dan cerita apa saja tanpa ada beban. Sama cewek yang lain biasanya dia jaga image, banyak bohong, dll. Saat itulah dia jujur kalau sebenarnya pekerjaan dia supir pesawat. Dengan seragamnya, dia mudah sekali dapat cewek, makanya dia seakan menutupi kerjaan dia kalau dia itu pelayan di pesawat, bukan supirnya. Dia ingin menemukan pasangan hidup yang menerima pribadi dia, bukan dari seragamnya. Dia juga ingin menemukan sosok teman dalam diri pasangan hidupnya nanti karena pasti ingin bersama sampai maut memisahkan. Nah, siapa bilang si playboy ngak punya hati? :P
Well, jadi ingat juga si papa dulu melamar saya. Dia bilang dia belum pernah tertawa sebanyak ini dalam hidupnya ketika dia bersama saya. Si papa ngak ada bilang kamu cantik bagaikan dewi, bla bla bla. Yang ada saya bisa buat dia tertawa dan bicara jujur tentang apa saja (jawaban yang sama dari si Dan). Kenapa menikah sama si papa? Ya karena hanya si papa saja yang benar-benar serius mau saya di dalam hidupnya. Saya jatuh cinta sama usahanya. Ngak pernah ada cowok/pria yang sampai segitunya mau saya dalam hidupnya (plus si papa ganteng, pintar, baik hati pula!).
Tuh kan, susah jadi cewek.... Kita harus bisa juga jadi badut. Upsss maksudnya bisa memerankan peran sahabat bukan cuma peran pacar. Jelas humor itu perlu juga dalam hidup. Mana mau hidup bersama terus kaku, ngak bisa diajak bercanda atau ketawa.
Soal cara pikir cowok/pria dan cara pikir kita ya beda. Komunikasi itu penting supaya ngak ada salah paham. Para cowok ini juga sering menuduh kalau kita ini makhluk komplex, susah dibaca. Apalagi pas kita lagi pms. Ha ha ha :P Makanya saya dulu kalau pacaran bukan cuma sisi baik saya saja yang saya perlihatkan, sisi buruk saya juga ngak ketinggalan diperlihatkan. Bisa ngak kamu bertahan kalo saya lagi "gila".
frogTapi balik lagi soal jodoh, kalau memang jodoh ya pasti ketemu juga. Hanya masalah waktu. Mana mau kita menikah terus bercerai. Semua yang menikah tentu maunya sekali seumur hidup dan hidup bahagia bersama selamanya. Tetap saja melihat karakter kepribadian masing-masing, bisa cocok atau tidak. Bukan harus punya hobi yang sama tapi harus ada pengertian dan kompromi dari masing-masing pihak. Bisa menerima pasangan apa-adanya bukan ada apanya. Dalam proses pencarian jodoh ini ya susah susah gampang. Jadi ingat perkataan si Cici, "How many frogs do I have to kiss before I find my prince?".
Talking about Princess, Prince and love with Cici.
Mamma : so my dear, what is your dream, what will you become in the future?
Cici : I want to be a princess, living in a castle with a prince who loves me and we have so much money so we can buy everything.
Mamma : what happen if he turns out to be a frog prince just like the one in your fairy tales book?
Cici : then he can teach me how to swim...
Mamma : speechless...
Cici : but I will have problem if he jumps out to hang out with other frogs. How many frogs do I need to kiss to find my prince?
Ha ha ha.... my naughty girl :D

Sunday, August 23, 2015

My religion is Love (agamaku itu adalah kasih)

Ada yang menarik dari hasil pertemuan orang tua dan guru di sekolah Cici, yaitu soal agama. Gurunya si Cici bertanya ke saya, Cici itu agamanya apa. Saya hanya menunduk dan berkata agama kami adalah kasih.
Saya mempunyai latar belakang sebagai seorang kristen tapi kadang masih malu mengakui kalau saya ini kristen karena saya belum melakukan segala sesuatunya  seperti yang diajarkan firman Tuhan. I feel that I am not a good Christian because I still couldn't give my other cheek yet. I still not be able to love my enemies and do good to those who hate me.
Luke 6:29 Whoever hits you on the cheek, offer him the other also; and whoever takes away your coat, do not withhold your shirt from him either.
Saya masih merasa masih manusia berdosa yang punya banyak salah dan masih belum bisa untuk hidup sebagai seorang Kristen.
Mama saya seorang yang memeluk agama Buddha, bahkan mama merupakan seorang guru agama. Sebagai anak yang hidup di dalam keluarga yang berbeda agama, saya sangat bersyukur karena saya diajari untuk menghormati agama lain. Beberapa dari keluarga saya memeluk agama Islam dan Katolik. Hanya Hindhu saja yang belum.
Ketika saya mulai kuliah di sekolah Katolik, saya mulai merasa terpanggil untuk masuk agama Katolik. Saya kebetulan dekat dengan seorang pastur, menganggap beliau seperti papa saya sendiri. Saya melihat gaya hidup beliau yang sederhana, tidak matrealistis seperti kebanyakan pendeta atau pastur yang saya kenal. Di samping itu saya juga suka membantu mama saya berdana ke Bikkhu di Vihara. Saya merasa sangat damai dan selalu merasa tenang setelah bertemu dengan pastur ataupun Bikkhu. 
Saya belajar pelajaran mengenai Karma agama Buddha yang saya rasa sangatlah mirip dengan ajaran Kristen.
Galatians 6:7 Do not be deceived: God is not mocked, for whatever one sows, that will he also reap.
Dari situlah saya selalu berpikir semua agama itu sama saja. Mereka mengajarkan umatnya untuk mengasihi sesama. Dari mama saya yang selalu mengingatkan saya untuk selalu menanam karma baik yaitu berbuat baik ke sesama, begitu pula dengan ke gereja, Pendeta selalu mengingatkan kita untuk saling mengasihi.
I believe that every religion teaches their people to be kind to one another.
Saya makin bertambah bingung ketika saya mengenal lebih dekat dengan beberapa orang yang mengakui bahwa mereka hamba Tuhan tetapi masih saja suka bergosip, berburuk-sangka, berbohong, dll. Memang kita diajari untuk tidak menghakimi sesama. Memang itu urusan mereka dengan Tuhan tetapi di mata saya yang ingin lebih mengerti Tuhan saya menjadi bingung. Apa inikah contoh yang baik dari hamba Tuhan? We should not judge because we are not the judge. Are we perfect ourselves that we are able to point out our fingers to those who are not perfect? 
Saya lebih menghabiskan waktu membaca alkitab sendiri dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Semakin saya berusaha memahami semakin saya merasa kecil di mata Tuhan. Saya belum bisa dikatakan seorang Kristen karena saya belum bisa melakukan semua apa yang Tuhan mau. I am not a good Christian. I am not perfect and I am a sinner.
Makanya saya tidak pernah mengenalkan ajaran khusus 1 agama ke anak-anak. Saya mau anak-anak mengenal kasih dan mengasihi sesama dahulu sebelum mereka memutuskan sendiri cara mana yang mereka lebih cocok dalam berdoa.
I don't want my girls to be a fanatic, I don't want them to believe that one religion is the right one while others are wrong. I want them to be kind to another no matter what (not based on race, religion or what so ever!). Everyone is the same in front of God.
Ya, susah juga jadi orang tua terlebih ketika diperhadapkan pada masalah yang 1 ini, agama. Apalagi kita sekarang hidup di negara yang bisa dikatakan me-legal-kan hubungan sesama jenis. Aduh, jadi tambah pusing pokoknya...
Apalagi ketika mau berdiskusi soal agama, bawaan orang itu selalu sensitif. Serasa mau berperang saja. Padahal maksud saya ya baik hanya ingin bertanya.
There are still some good Muslims, good Christian, good Buddhist, and so on, just like there are also bad Muslims, bad Christian, bad Buddhist and so on. We are still human and we make mistakes. Hopefully, we learn from our mistake to be a better person in the future.
Jadi kalau ditanya sama orang, agama kamu itu apa? My religion is love. I believe in God and I believe God wants us to love one another and to live in peace and harmony. Religion is something private that I have only between me and my God. I will be responsible for my sins, all the things I've done not what others did.Untuk gurunya si Cici saya hanya bilang latar belakang agama di keluarga saya itu aneka rupa. Biarkan saja dia memilih sendiri ketika dia sudah cukup dewasa. Karena untuk memaksakan suatu agama itu sebenarnya dosa. Biarkan dia merasa terpanggil karena kita mengajarkan dia beginilah gaya hidup orang Muslim/Kristen/Buddha/dll. yang baik. I let my girls decide themselves and let them be inspired to do good in their life. <3

Hari pertama masuk SD, belanja baju dan daur ulang

Cici akan berusia 7 tahun bulan September nanti. Usia masuk grundskolan (*SD) di sini. Cici tahun kemarin masuk förskoleklass (*TK) dan hasilnya bagus. Dia suka sekali sama sekolahnya, apalagi kawan-kawan sekelasnya kebanyakan dari dagis (*playgroup) yang sama. Tgl 18 Agustus kemarin mulai sekolah hari pertama.
Biasanya hari pertama emaknya sudah belikan baju baru karena si Cici sekarang sudah bertambah tinggi. Bajunya yang lama kebanyakan sudah diturunkan ke Meme. Tapi ada juga beberapa baju yang masih bisa dia pakai. Saya bersyukur, anak-anak bukan tipe sangat pemilih soal baju. Kalo belanja baju kita suka melakukan bersama. Selain ingin tahu selera mereka seperti apa, sekaligus mengajarkan anak tentang menghargai baju mereka karena dengan belanja bersama mereka juga bisa melihat harga baju itu. Biasanya kita memakai perbandingan harga dengan harga happy meal McDonnalds (32 SEK). Lucunya tiap kali mau beli baju, baik Cici maupun Meme suka menunggu kalo ada REA (*sale). Bahkan si Cici sudah tahu membedakan mana baju yang REA mana yang tidak. Jadi tiap kali ke toko baju seperti H&M atau Lindex, langsung deh ke bagian REAnya dulu.
Mereka biasanya ngasih tahu ke mamanya, mana baju yang mereka suka dan mana yang tidak. Cici punya kepribadian berbeda sama Meme. Kalo Cici betah diajak belanja lama-lama. Bahkan dia suka sekali mencoba segala jenis baju sebelum kita memutuskan untuk beli. Kalau si Meme, dia ini tipe yang gampang bosan kalau diajak belanja. Abis milih maunya langsung ke kasir, bayar dan langsung pulang. Emaknya kadang dibuat pusing karena yang 1 mau pulang yang 1 lagi mau coba lebih banyak baju sebelum pulang. Untungnya si Cici udah mulai besar jadi kadang emaknya bisa melepas dia sendiri. Ngak kuatir sih soalnya kan kita biasanya di bagian baju anak, jadi saya masih bisa memonitor si Cici dari jauh sambil milih baju dengan Meme. Jadi pas Cici udah abis milih bajunya, si Meme juga udah selesai. 
Nah, kadang ngak semua baju yang dia suka mau dibeli sama Cici. Dia ini selalu membandingkan harga baju sama happy meal itu. Jadi kalau harganya lewat dari 3 kali lipat dari harga happy meal, pasti ngak dibeli. Si Meme mah ikutan saja, masih membiarkan emaknya yang memutusin. Si Meme hanya ngangguk aja kalau dia suka, dan geleng kalau dia ngak suka. Gampang kan? Terus bagaimana si Cici bisa punya banyak baju? Jawabannya ya kita beli dari second hand store.
Di sini ada 2-3 second hand store. Biasanya mereka itu menjual kembali sumbangan baju dari orang sini dan hasil penjualannya disumbangkan ke anak-anak atau orang lain yang membutuhkan di negara lain. Baju yang mereka jual kebanyakan masih bagus dan harganya biasanya 20% dari harga pas baju itu masih baru. Jadi biasanya saya suka mengajak si Cici dan Meme ke second hand store. Awalnya Cici dan Meme agak gengsi untuk beli baju bekas. Saya pun ngak pernah memaksa mereka harus beli baju bekas. 
Suatu hari pas si Cici ngikut ke second hand store, dia tiba-tiba minta dibelikan 1 baju yang mereka jual. Tapi dia masih agak gengsi karena takut temannya tahu kalau baju itu dari second hand store. Gengsi ceritanya... Jadi saya jelaskan ke si Cici kalau dia mau, kita beli dan dia ngak usah bilang ke teman-temannya kalau itu dari second hand store. Akhirnya si Cici setuju juga. Jadi dia biasanya ngak pernah membicarakan baju itu dari mana ketika main di sekolah.
Sampai pada suatu hari (*udah kayak dongeng aja) si papa beli lemari bekas. Si Cici penasaran karena dia tahu papanya banyak uang, kenapa tidak beli lemari baru. Akhirnya dijelaskan papanya bahwa dengan punya uang yang banyak bukan berarti kita boros. Kata papanya : "Om alla köpa nya saker hela tiden, vad ska de göra med de gamla då? Man kan skapa bättre miljö genom att återvinna saker som fortfarande fin. Då behöver vi inte kasta saker och köpa nytt (*Jika semua orang selalu beli barang yang baru, apa yang akan mereka lakukan dengan barang yang lama? Kita bisa melestarikan lingkungan dengan cara mendaur ulang barang yang masih bisa dipakai. Jadi kita tidak membuang barang dan membeli barang yang baru)". Diperlihatkan juga ke si Cici bagaimana papanya menge-cat lagi lemari itu dan akhirnya menjadi bagus.
recycleHasilnya, percakapan si Cici sama guru dan teman-temannya di hari pertama sekolah.
Teacher : Good morning... wow you look so beautiful. Nice sweater you have!
Cici : Thank you. Mamma and I bought it at second hand store only 10 SEK (proudly mention to everyone there)
Another classmate : why? Is your mom have no money to buy you new one?
Cici : It's good to recycle things otherwise our world will be so full with garbage if everyone is keep buying new things. Anyway, it's probably old for the previous owner but it's new for me. Mamma washed it already and it's pretty. Even teacher has the same opinion 
I am shocked with her answer but at the same time I am so proud of her <3

Agar anak suka makan sayur

Si Cici dan si Meme dulu suka sekali memilih makanan, apalagi sayuran. Mereka berdua hanya mau makan sayur yang mereka suka contohnya jagung manis, timun, wortel. Sayur yang lainnya seperti bunga kol, tomat, kacang polong, petcai, dll. kagak bakal disentuh sama mereka. Emaknya harus putar otak menghadapi sifat yang satu ini karena emaknya paling anti buang-buang makanan (*walaupun si ayam bakal jingkrak kesenangan mendapat rejeki dari makanan sisa).
Anak-anak paling susah kalo dipaksa. Dulu saya suka ngancam, kalian ngak bakal dapat ice cream nanti kalo kalian tidak makan sayur. Tetap ni krucil CUEK! Kata mereka : "Det gör inget om vi kan inte få glass, vi lever ändå. (*Ngak apa-apa ngak dapat ice cream, kita masih bisa hidup koq)". Nah loh!
We can never force our kids to do something that they don't like but we can make them do it with another way. Let them understand the reason why...
cici berkebun
cici berkebun
Akhirnya 2 tahun lalu, setelah saya mendapatkan kebun sayur, saya mulai menarik anak-anak untuk ikut berkebun. Saya mengajak Cici dan Meme untuk menanam sayur. Let's do some magic with our hands girls!
Dimulai dari musim semi, saya kasih mereka masing-masing petak sendiri untuk menanam sayur. Jelas, mereka memilih untuk menanam wortel karena mereka suka sekali makan wortel. Di petak yang lain saya tanam stroberi, bayam lokal, choisum/caisim, bawang bombay, seledri, dll. meme-gardenSelain itu saya mengajak mereka membantu saya membersihkan rumput yang mulai suka ikut-ikutan numbuh di petak sayuran dan buah, juga menyiram tanaman. Belum lagi menjaga tanaman itu dari hama penyakit dan hewan pemangsa sayur seperti siput. Dan untuk lebih seru lagi, saya biarkan mereka mendekorasi sendiri petak sayur masing-masing.
Hasilnya, si Cici dan Meme benar-benar mengikuti perkembangan sayuran mereka. Mereka jadi tahu asal wortel dari mana. Mereka juga bisa membandingkan rasa makanan yang mereka tanam sendiri jauh lebih nikmat dibanding yang biasa kita beli di toko. Lebih penting lagi, mereka makan sayur! Yes, mereka makan semua jenis sayur yang kita tanam sendiri juga sayur yang lain. Kenapa? Saya jelaskan ke mereka kalo petani itu sedih kalo dia mengetahui hasil kerja kerasnya tidak dihargai oleh kita sebagai konsumen. bokchoyMereka jadi lebih mengerti karena mereka sudah mengalami sendiri, menanam sayur itu tidak gampang. Akhirnya pas musim panen sayur, begitu saya masak sayur, mereka berdua menghabiskan semua jenis sayuran di piring masing-masing tanpa emaknya berkoar-koar, marah-marah atau harus mengancam no ice cream on Sunday.
strawberriesThey learn a lot from this magic activity. They learn how to be more patience, how to work hard before they get some result, also they learn how to appreciate the farmer's job.
meme-ludde1Krucil berdua paling senang kalo diajak panen. Wah mereka berdua pada berebutan bantuin mama. Apalagi panen stroberi. Rasa stroberi yang manis, dan makin manis kalo cuacanya bagus. Wortelnya bisa mereka bagi dengan Ludde, kuda poni kepunyaan tetangga yang selalu ada di halaman kita tiap summer.
carrotsTahun ini kita ngak banyak menanam karena cuaca yang buruk dan terlalu banyak siput di kebun. Saya juga sibuk sama kuliah jadi belum sempat membersihkan kebun. Yang tersisa ya sayuran yang ditanam sendiri sama si Cici, bumbu dapur yang muncul tiap musim semi (bawang, daun mint, oregano, thyme, seledri) dan stroberi. Walaupun begitu pelajaran soal menanam sayur tetap melekat sama anak-anak dan mereka tetap makan sayur. Horeeeee!!! :D

Hadiah ulang tahun

Tahun ini tahun yang spesial karena saya genap berusia 30 tahun. Iya, 30 umur saya sekarang jadi udah ngak ada alasan untuk bilang masih muda tiap kali melakukan kesalahan. Kan udah 30?
Bicara soal ulang tahun, di sini kalau merayakan ulang tahun yang ke 30,40,50,60,65,70, dst pasti dirayakan dengan mewah. Si papa dari bulan Februari udah mulai nanya tentang hadiah apa yang saya mau. Jujur ya bukan sok romantis, saya rasa hidup saya sudah sangat berkecukupan, ngak ada kurang suatu apapun. Jadi saya ngak minta apa-apa untuk ulang tahun saya. Si papa hanya ngangguk-ngangguk aja sambil bilang : "Du bestämmer älskling. Vi kan fira den om du vill. Du kan få stor fest med dina kompisar (*Kamu yang putuskan sendiri sayang. Kita bisa merayakannya kalo kamu mau. Dengan pesta besar bersama teman-temanmu). Duh baiknya si papa....
Tahun kemarin karena si papa ada konferensi di beberapa Asia Tenggara, dia melewatkan ulang tahun saya. Tapi sebelum dia berangkat si papa transfer uang 4000 SEK supaya saya bisa makan di restoran kesukaan saya dan saya bisa buat apa saja dengan uang itu. Saya akhirnya mentraktir teman kuliah saya 30 orang makan bersama di restoran karena mereka membuat saya tidak merasa sedih dan kesepian di hari ulang tahun saya.
kebun sayur in process
kebun sayur in process
Si papa 2 tahun lalu ngasih hadiah yang benar-benar saya suka. Dia bangun sendiri kebun supaya saya bisa nanam sayuran. Padahal si papa itu orangnya super sibuk. Kadang mo pacaran aja harus nge-book kalendernya dia. Tapi karena dia benar-benar sayang istrinya yang nano-nano (baca: manis, asam, asin) ini makanya si papa bikinin kebun karena tahu istrinya suka berkebun. Saya sampe terharu...
växthus di rumah lama
växthus di rumah lama
Si papa bilang : "Jag vet att du känner lite ledsen när vi måste sälja vår gamla hus. Du saknar ditt växthus. Jag vill att du trivs bra med vår ny hus älskling (*Saya tahu kamu sedih ketika kita harus menjual rumah kita yang lama. Kamu rindu glasshouse-mu. Saya ingin kamu merasa nyaman di rumah kita yang baru sayang).
Si papa memang orangnya bukan tipe yang suka mengumbar kalimat cinta. Bisa dihitung dengan jari berapa kali si papa bilang kalimat I love you selama kita hidup bersama. Si papa lebih banyak menunjukkan rasa cintanya ya seperti ini. Dia selalu memperhatikan hal-hal kecil yang bikin istrinya bahagia. Jadi kadang saya sering merasa bersalah karena selalu ngatain suami itu bukan tipe yang romantis. he he he :)
Nah, pas si papa ultah, permintaannya sederhana saja, lumpia. Dia ingin dimasakkin lumpia. Si papa suka banget makan lumpia dan mie goreng. Dia bisa makan 40 biji lumpia sehari saking doyan sama lumpia. Ngak pernah si papa minta yang lain. Maunya ya itu, lumpia. Jadi walaupun saya capek, saya berusaha bikinin lumpia tiap kali si papa ultah.
Kadang ya merasa ngak enak juga soalnya berhubung saya ngak bekerja jadi uang yang saya dapatkan dari suami. Rasanya lucu kalo saya belikan dia hadiah dari uangnya sendiri. Dulu 3 tahun pertama saya punya uang sedikit dari hasil tabungan saya di Indonesia. Saya belikan dia kemeja, kaus kaki tiap kali si papa ultah. Si papa kadang sampe terharu karena dia tahu saya membelinya dengan uang saya sendiri. Sampai sekarang tu kemeja masih bagus karena dipake si papa untuk kegiatan spesial karena menurut si papa benar-benar terasa rasa sayang istri tiap kali memakai kemejanya. Karena saya ngak punya uang lagi, jadi sudah beberapa tahun saya ngak pernah membelikan hadiah lagi untuk si papa tiap kali dia ultah. Saya hanya masakkin dia lumpia kesukaan dia. Wajah si papa udah kayak anak kecil dapat balon. Senangnya luar biasa kalo saya buat lumpia. Hilang deh semua rasa capek saya. He he he :D
my new car
my new car
Tahun ini si papa ngasihnya mobil baru. Iya, gila kan? Mobil baru langsung dari toko. Bukan mobil-mobilan loh. Itupun pake acara nipu saya. Si papa bilang dia mau pinjam mobil saya untuk di-service dan dicuci. Eh tahu-tahunya pulang dengan mobil baru. Saya sampe geleng-geleng kepala. Saya bilang pemborosan! Saya masih suka sama mobil kecil saya si KIA Rio. Mau tahu jawabannya si papa?
Jawabannya karena dia sayang dan peduli sama keselamatan saya dan anak-anak. Mobil kecil saya selalu bikin dia deg-degan, kuatir. Apalagi pas musim dingin.
Untuk nyampe di rumah kita, harus menempuh 7 km jalan yang ngak diaspal. Saya pernah hampir saja kecelakaan pas turun salju. Mobil terputar 360 derajat karena jalannya licin dan cuaca yang buruk. Beberapa kali hampir masuk got pula. Karena mobil kecil saya terlalu rendah dan ngak cocok untuk dibawa ke hutan. Berhubung si papa dapat bonus dari perusahaan sebagai hasil kerja kerasnya, makanya hal yang pertama yang dia pikirkan yaitu saya dan anak-anak. Beli mobil baru yang cocok untuk situasi kita jadi tiap kali dia "meninggalkan" kita karena urusan kerjaan, dia ngak perlu kuatir lagi. Yup, that's my husband! A not so romantic in words but more in action. He always worries about me and the girls and he always wants the best for us.
wiiBukan hanya itu, tepat di hari ulang tahun saya, si papa ngasih hadiah yang bikin saya menangis. Saya bingung dia tahu dari mana koq bisa ngasih sesuatu yang sangat berarti untuk saya. Apa itu? Wii U, Mario Bros! Ha ha ha :D
Saya sangat suka sama Mario Bros.
Dulu waktu saya masih kecil, saya sering mengunjungi rumah sepupu saya yang ngak jauh dari rumah. Mereka sangat kaya! Saya biasanya harus membantu nenek dan kakek saya motong sayur di dapur baru bisa meminjam Mario Bros punya sepupu saya. Pinjamnya pun ngak bisa lama, 30 menit saja karena mereka takut mainannya rusak. Memang hanya 30 menit, tapi saya sangat bahagia. Setiap hari minggu selalu saya nantikan karena saya selalu pergi ke rumah sepupu saya dan saya bisa main Mario Bros. Sekarang, di umur saya yang ke-30 saya akhirnya punya Mario Bros. Punya saya, ngak perlu motong sayur dulu. Saya bisa main kapan saja.... My husband is totally crazy. How come he knows everything about me? He knows exactly what makes me happy. :D
Yes, we should never look at the price of a gift but more to the meaning of it. <3