Pages

Sunday, August 23, 2015

My religion is Love (agamaku itu adalah kasih)

Ada yang menarik dari hasil pertemuan orang tua dan guru di sekolah Cici, yaitu soal agama. Gurunya si Cici bertanya ke saya, Cici itu agamanya apa. Saya hanya menunduk dan berkata agama kami adalah kasih.
Saya mempunyai latar belakang sebagai seorang kristen tapi kadang masih malu mengakui kalau saya ini kristen karena saya belum melakukan segala sesuatunya  seperti yang diajarkan firman Tuhan. I feel that I am not a good Christian because I still couldn't give my other cheek yet. I still not be able to love my enemies and do good to those who hate me.
Luke 6:29 Whoever hits you on the cheek, offer him the other also; and whoever takes away your coat, do not withhold your shirt from him either.
Saya masih merasa masih manusia berdosa yang punya banyak salah dan masih belum bisa untuk hidup sebagai seorang Kristen.
Mama saya seorang yang memeluk agama Buddha, bahkan mama merupakan seorang guru agama. Sebagai anak yang hidup di dalam keluarga yang berbeda agama, saya sangat bersyukur karena saya diajari untuk menghormati agama lain. Beberapa dari keluarga saya memeluk agama Islam dan Katolik. Hanya Hindhu saja yang belum.
Ketika saya mulai kuliah di sekolah Katolik, saya mulai merasa terpanggil untuk masuk agama Katolik. Saya kebetulan dekat dengan seorang pastur, menganggap beliau seperti papa saya sendiri. Saya melihat gaya hidup beliau yang sederhana, tidak matrealistis seperti kebanyakan pendeta atau pastur yang saya kenal. Di samping itu saya juga suka membantu mama saya berdana ke Bikkhu di Vihara. Saya merasa sangat damai dan selalu merasa tenang setelah bertemu dengan pastur ataupun Bikkhu. 
Saya belajar pelajaran mengenai Karma agama Buddha yang saya rasa sangatlah mirip dengan ajaran Kristen.
Galatians 6:7 Do not be deceived: God is not mocked, for whatever one sows, that will he also reap.
Dari situlah saya selalu berpikir semua agama itu sama saja. Mereka mengajarkan umatnya untuk mengasihi sesama. Dari mama saya yang selalu mengingatkan saya untuk selalu menanam karma baik yaitu berbuat baik ke sesama, begitu pula dengan ke gereja, Pendeta selalu mengingatkan kita untuk saling mengasihi.
I believe that every religion teaches their people to be kind to one another.
Saya makin bertambah bingung ketika saya mengenal lebih dekat dengan beberapa orang yang mengakui bahwa mereka hamba Tuhan tetapi masih saja suka bergosip, berburuk-sangka, berbohong, dll. Memang kita diajari untuk tidak menghakimi sesama. Memang itu urusan mereka dengan Tuhan tetapi di mata saya yang ingin lebih mengerti Tuhan saya menjadi bingung. Apa inikah contoh yang baik dari hamba Tuhan? We should not judge because we are not the judge. Are we perfect ourselves that we are able to point out our fingers to those who are not perfect? 
Saya lebih menghabiskan waktu membaca alkitab sendiri dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Semakin saya berusaha memahami semakin saya merasa kecil di mata Tuhan. Saya belum bisa dikatakan seorang Kristen karena saya belum bisa melakukan semua apa yang Tuhan mau. I am not a good Christian. I am not perfect and I am a sinner.
Makanya saya tidak pernah mengenalkan ajaran khusus 1 agama ke anak-anak. Saya mau anak-anak mengenal kasih dan mengasihi sesama dahulu sebelum mereka memutuskan sendiri cara mana yang mereka lebih cocok dalam berdoa.
I don't want my girls to be a fanatic, I don't want them to believe that one religion is the right one while others are wrong. I want them to be kind to another no matter what (not based on race, religion or what so ever!). Everyone is the same in front of God.
Ya, susah juga jadi orang tua terlebih ketika diperhadapkan pada masalah yang 1 ini, agama. Apalagi kita sekarang hidup di negara yang bisa dikatakan me-legal-kan hubungan sesama jenis. Aduh, jadi tambah pusing pokoknya...
Apalagi ketika mau berdiskusi soal agama, bawaan orang itu selalu sensitif. Serasa mau berperang saja. Padahal maksud saya ya baik hanya ingin bertanya.
There are still some good Muslims, good Christian, good Buddhist, and so on, just like there are also bad Muslims, bad Christian, bad Buddhist and so on. We are still human and we make mistakes. Hopefully, we learn from our mistake to be a better person in the future.
Jadi kalau ditanya sama orang, agama kamu itu apa? My religion is love. I believe in God and I believe God wants us to love one another and to live in peace and harmony. Religion is something private that I have only between me and my God. I will be responsible for my sins, all the things I've done not what others did.Untuk gurunya si Cici saya hanya bilang latar belakang agama di keluarga saya itu aneka rupa. Biarkan saja dia memilih sendiri ketika dia sudah cukup dewasa. Karena untuk memaksakan suatu agama itu sebenarnya dosa. Biarkan dia merasa terpanggil karena kita mengajarkan dia beginilah gaya hidup orang Muslim/Kristen/Buddha/dll. yang baik. I let my girls decide themselves and let them be inspired to do good in their life. <3

Hari pertama masuk SD, belanja baju dan daur ulang

Cici akan berusia 7 tahun bulan September nanti. Usia masuk grundskolan (*SD) di sini. Cici tahun kemarin masuk förskoleklass (*TK) dan hasilnya bagus. Dia suka sekali sama sekolahnya, apalagi kawan-kawan sekelasnya kebanyakan dari dagis (*playgroup) yang sama. Tgl 18 Agustus kemarin mulai sekolah hari pertama.
Biasanya hari pertama emaknya sudah belikan baju baru karena si Cici sekarang sudah bertambah tinggi. Bajunya yang lama kebanyakan sudah diturunkan ke Meme. Tapi ada juga beberapa baju yang masih bisa dia pakai. Saya bersyukur, anak-anak bukan tipe sangat pemilih soal baju. Kalo belanja baju kita suka melakukan bersama. Selain ingin tahu selera mereka seperti apa, sekaligus mengajarkan anak tentang menghargai baju mereka karena dengan belanja bersama mereka juga bisa melihat harga baju itu. Biasanya kita memakai perbandingan harga dengan harga happy meal McDonnalds (32 SEK). Lucunya tiap kali mau beli baju, baik Cici maupun Meme suka menunggu kalo ada REA (*sale). Bahkan si Cici sudah tahu membedakan mana baju yang REA mana yang tidak. Jadi tiap kali ke toko baju seperti H&M atau Lindex, langsung deh ke bagian REAnya dulu.
Mereka biasanya ngasih tahu ke mamanya, mana baju yang mereka suka dan mana yang tidak. Cici punya kepribadian berbeda sama Meme. Kalo Cici betah diajak belanja lama-lama. Bahkan dia suka sekali mencoba segala jenis baju sebelum kita memutuskan untuk beli. Kalau si Meme, dia ini tipe yang gampang bosan kalau diajak belanja. Abis milih maunya langsung ke kasir, bayar dan langsung pulang. Emaknya kadang dibuat pusing karena yang 1 mau pulang yang 1 lagi mau coba lebih banyak baju sebelum pulang. Untungnya si Cici udah mulai besar jadi kadang emaknya bisa melepas dia sendiri. Ngak kuatir sih soalnya kan kita biasanya di bagian baju anak, jadi saya masih bisa memonitor si Cici dari jauh sambil milih baju dengan Meme. Jadi pas Cici udah abis milih bajunya, si Meme juga udah selesai. 
Nah, kadang ngak semua baju yang dia suka mau dibeli sama Cici. Dia ini selalu membandingkan harga baju sama happy meal itu. Jadi kalau harganya lewat dari 3 kali lipat dari harga happy meal, pasti ngak dibeli. Si Meme mah ikutan saja, masih membiarkan emaknya yang memutusin. Si Meme hanya ngangguk aja kalau dia suka, dan geleng kalau dia ngak suka. Gampang kan? Terus bagaimana si Cici bisa punya banyak baju? Jawabannya ya kita beli dari second hand store.
Di sini ada 2-3 second hand store. Biasanya mereka itu menjual kembali sumbangan baju dari orang sini dan hasil penjualannya disumbangkan ke anak-anak atau orang lain yang membutuhkan di negara lain. Baju yang mereka jual kebanyakan masih bagus dan harganya biasanya 20% dari harga pas baju itu masih baru. Jadi biasanya saya suka mengajak si Cici dan Meme ke second hand store. Awalnya Cici dan Meme agak gengsi untuk beli baju bekas. Saya pun ngak pernah memaksa mereka harus beli baju bekas. 
Suatu hari pas si Cici ngikut ke second hand store, dia tiba-tiba minta dibelikan 1 baju yang mereka jual. Tapi dia masih agak gengsi karena takut temannya tahu kalau baju itu dari second hand store. Gengsi ceritanya... Jadi saya jelaskan ke si Cici kalau dia mau, kita beli dan dia ngak usah bilang ke teman-temannya kalau itu dari second hand store. Akhirnya si Cici setuju juga. Jadi dia biasanya ngak pernah membicarakan baju itu dari mana ketika main di sekolah.
Sampai pada suatu hari (*udah kayak dongeng aja) si papa beli lemari bekas. Si Cici penasaran karena dia tahu papanya banyak uang, kenapa tidak beli lemari baru. Akhirnya dijelaskan papanya bahwa dengan punya uang yang banyak bukan berarti kita boros. Kata papanya : "Om alla köpa nya saker hela tiden, vad ska de göra med de gamla då? Man kan skapa bättre miljö genom att återvinna saker som fortfarande fin. Då behöver vi inte kasta saker och köpa nytt (*Jika semua orang selalu beli barang yang baru, apa yang akan mereka lakukan dengan barang yang lama? Kita bisa melestarikan lingkungan dengan cara mendaur ulang barang yang masih bisa dipakai. Jadi kita tidak membuang barang dan membeli barang yang baru)". Diperlihatkan juga ke si Cici bagaimana papanya menge-cat lagi lemari itu dan akhirnya menjadi bagus.
recycleHasilnya, percakapan si Cici sama guru dan teman-temannya di hari pertama sekolah.
Teacher : Good morning... wow you look so beautiful. Nice sweater you have!
Cici : Thank you. Mamma and I bought it at second hand store only 10 SEK (proudly mention to everyone there)
Another classmate : why? Is your mom have no money to buy you new one?
Cici : It's good to recycle things otherwise our world will be so full with garbage if everyone is keep buying new things. Anyway, it's probably old for the previous owner but it's new for me. Mamma washed it already and it's pretty. Even teacher has the same opinion 
I am shocked with her answer but at the same time I am so proud of her <3

Agar anak suka makan sayur

Si Cici dan si Meme dulu suka sekali memilih makanan, apalagi sayuran. Mereka berdua hanya mau makan sayur yang mereka suka contohnya jagung manis, timun, wortel. Sayur yang lainnya seperti bunga kol, tomat, kacang polong, petcai, dll. kagak bakal disentuh sama mereka. Emaknya harus putar otak menghadapi sifat yang satu ini karena emaknya paling anti buang-buang makanan (*walaupun si ayam bakal jingkrak kesenangan mendapat rejeki dari makanan sisa).
Anak-anak paling susah kalo dipaksa. Dulu saya suka ngancam, kalian ngak bakal dapat ice cream nanti kalo kalian tidak makan sayur. Tetap ni krucil CUEK! Kata mereka : "Det gör inget om vi kan inte få glass, vi lever ändå. (*Ngak apa-apa ngak dapat ice cream, kita masih bisa hidup koq)". Nah loh!
We can never force our kids to do something that they don't like but we can make them do it with another way. Let them understand the reason why...
cici berkebun
cici berkebun
Akhirnya 2 tahun lalu, setelah saya mendapatkan kebun sayur, saya mulai menarik anak-anak untuk ikut berkebun. Saya mengajak Cici dan Meme untuk menanam sayur. Let's do some magic with our hands girls!
Dimulai dari musim semi, saya kasih mereka masing-masing petak sendiri untuk menanam sayur. Jelas, mereka memilih untuk menanam wortel karena mereka suka sekali makan wortel. Di petak yang lain saya tanam stroberi, bayam lokal, choisum/caisim, bawang bombay, seledri, dll. meme-gardenSelain itu saya mengajak mereka membantu saya membersihkan rumput yang mulai suka ikut-ikutan numbuh di petak sayuran dan buah, juga menyiram tanaman. Belum lagi menjaga tanaman itu dari hama penyakit dan hewan pemangsa sayur seperti siput. Dan untuk lebih seru lagi, saya biarkan mereka mendekorasi sendiri petak sayur masing-masing.
Hasilnya, si Cici dan Meme benar-benar mengikuti perkembangan sayuran mereka. Mereka jadi tahu asal wortel dari mana. Mereka juga bisa membandingkan rasa makanan yang mereka tanam sendiri jauh lebih nikmat dibanding yang biasa kita beli di toko. Lebih penting lagi, mereka makan sayur! Yes, mereka makan semua jenis sayur yang kita tanam sendiri juga sayur yang lain. Kenapa? Saya jelaskan ke mereka kalo petani itu sedih kalo dia mengetahui hasil kerja kerasnya tidak dihargai oleh kita sebagai konsumen. bokchoyMereka jadi lebih mengerti karena mereka sudah mengalami sendiri, menanam sayur itu tidak gampang. Akhirnya pas musim panen sayur, begitu saya masak sayur, mereka berdua menghabiskan semua jenis sayuran di piring masing-masing tanpa emaknya berkoar-koar, marah-marah atau harus mengancam no ice cream on Sunday.
strawberriesThey learn a lot from this magic activity. They learn how to be more patience, how to work hard before they get some result, also they learn how to appreciate the farmer's job.
meme-ludde1Krucil berdua paling senang kalo diajak panen. Wah mereka berdua pada berebutan bantuin mama. Apalagi panen stroberi. Rasa stroberi yang manis, dan makin manis kalo cuacanya bagus. Wortelnya bisa mereka bagi dengan Ludde, kuda poni kepunyaan tetangga yang selalu ada di halaman kita tiap summer.
carrotsTahun ini kita ngak banyak menanam karena cuaca yang buruk dan terlalu banyak siput di kebun. Saya juga sibuk sama kuliah jadi belum sempat membersihkan kebun. Yang tersisa ya sayuran yang ditanam sendiri sama si Cici, bumbu dapur yang muncul tiap musim semi (bawang, daun mint, oregano, thyme, seledri) dan stroberi. Walaupun begitu pelajaran soal menanam sayur tetap melekat sama anak-anak dan mereka tetap makan sayur. Horeeeee!!! :D

Hadiah ulang tahun

Tahun ini tahun yang spesial karena saya genap berusia 30 tahun. Iya, 30 umur saya sekarang jadi udah ngak ada alasan untuk bilang masih muda tiap kali melakukan kesalahan. Kan udah 30?
Bicara soal ulang tahun, di sini kalau merayakan ulang tahun yang ke 30,40,50,60,65,70, dst pasti dirayakan dengan mewah. Si papa dari bulan Februari udah mulai nanya tentang hadiah apa yang saya mau. Jujur ya bukan sok romantis, saya rasa hidup saya sudah sangat berkecukupan, ngak ada kurang suatu apapun. Jadi saya ngak minta apa-apa untuk ulang tahun saya. Si papa hanya ngangguk-ngangguk aja sambil bilang : "Du bestämmer älskling. Vi kan fira den om du vill. Du kan få stor fest med dina kompisar (*Kamu yang putuskan sendiri sayang. Kita bisa merayakannya kalo kamu mau. Dengan pesta besar bersama teman-temanmu). Duh baiknya si papa....
Tahun kemarin karena si papa ada konferensi di beberapa Asia Tenggara, dia melewatkan ulang tahun saya. Tapi sebelum dia berangkat si papa transfer uang 4000 SEK supaya saya bisa makan di restoran kesukaan saya dan saya bisa buat apa saja dengan uang itu. Saya akhirnya mentraktir teman kuliah saya 30 orang makan bersama di restoran karena mereka membuat saya tidak merasa sedih dan kesepian di hari ulang tahun saya.
kebun sayur in process
kebun sayur in process
Si papa 2 tahun lalu ngasih hadiah yang benar-benar saya suka. Dia bangun sendiri kebun supaya saya bisa nanam sayuran. Padahal si papa itu orangnya super sibuk. Kadang mo pacaran aja harus nge-book kalendernya dia. Tapi karena dia benar-benar sayang istrinya yang nano-nano (baca: manis, asam, asin) ini makanya si papa bikinin kebun karena tahu istrinya suka berkebun. Saya sampe terharu...
växthus di rumah lama
växthus di rumah lama
Si papa bilang : "Jag vet att du känner lite ledsen när vi måste sälja vår gamla hus. Du saknar ditt växthus. Jag vill att du trivs bra med vår ny hus älskling (*Saya tahu kamu sedih ketika kita harus menjual rumah kita yang lama. Kamu rindu glasshouse-mu. Saya ingin kamu merasa nyaman di rumah kita yang baru sayang).
Si papa memang orangnya bukan tipe yang suka mengumbar kalimat cinta. Bisa dihitung dengan jari berapa kali si papa bilang kalimat I love you selama kita hidup bersama. Si papa lebih banyak menunjukkan rasa cintanya ya seperti ini. Dia selalu memperhatikan hal-hal kecil yang bikin istrinya bahagia. Jadi kadang saya sering merasa bersalah karena selalu ngatain suami itu bukan tipe yang romantis. he he he :)
Nah, pas si papa ultah, permintaannya sederhana saja, lumpia. Dia ingin dimasakkin lumpia. Si papa suka banget makan lumpia dan mie goreng. Dia bisa makan 40 biji lumpia sehari saking doyan sama lumpia. Ngak pernah si papa minta yang lain. Maunya ya itu, lumpia. Jadi walaupun saya capek, saya berusaha bikinin lumpia tiap kali si papa ultah.
Kadang ya merasa ngak enak juga soalnya berhubung saya ngak bekerja jadi uang yang saya dapatkan dari suami. Rasanya lucu kalo saya belikan dia hadiah dari uangnya sendiri. Dulu 3 tahun pertama saya punya uang sedikit dari hasil tabungan saya di Indonesia. Saya belikan dia kemeja, kaus kaki tiap kali si papa ultah. Si papa kadang sampe terharu karena dia tahu saya membelinya dengan uang saya sendiri. Sampai sekarang tu kemeja masih bagus karena dipake si papa untuk kegiatan spesial karena menurut si papa benar-benar terasa rasa sayang istri tiap kali memakai kemejanya. Karena saya ngak punya uang lagi, jadi sudah beberapa tahun saya ngak pernah membelikan hadiah lagi untuk si papa tiap kali dia ultah. Saya hanya masakkin dia lumpia kesukaan dia. Wajah si papa udah kayak anak kecil dapat balon. Senangnya luar biasa kalo saya buat lumpia. Hilang deh semua rasa capek saya. He he he :D
my new car
my new car
Tahun ini si papa ngasihnya mobil baru. Iya, gila kan? Mobil baru langsung dari toko. Bukan mobil-mobilan loh. Itupun pake acara nipu saya. Si papa bilang dia mau pinjam mobil saya untuk di-service dan dicuci. Eh tahu-tahunya pulang dengan mobil baru. Saya sampe geleng-geleng kepala. Saya bilang pemborosan! Saya masih suka sama mobil kecil saya si KIA Rio. Mau tahu jawabannya si papa?
Jawabannya karena dia sayang dan peduli sama keselamatan saya dan anak-anak. Mobil kecil saya selalu bikin dia deg-degan, kuatir. Apalagi pas musim dingin.
Untuk nyampe di rumah kita, harus menempuh 7 km jalan yang ngak diaspal. Saya pernah hampir saja kecelakaan pas turun salju. Mobil terputar 360 derajat karena jalannya licin dan cuaca yang buruk. Beberapa kali hampir masuk got pula. Karena mobil kecil saya terlalu rendah dan ngak cocok untuk dibawa ke hutan. Berhubung si papa dapat bonus dari perusahaan sebagai hasil kerja kerasnya, makanya hal yang pertama yang dia pikirkan yaitu saya dan anak-anak. Beli mobil baru yang cocok untuk situasi kita jadi tiap kali dia "meninggalkan" kita karena urusan kerjaan, dia ngak perlu kuatir lagi. Yup, that's my husband! A not so romantic in words but more in action. He always worries about me and the girls and he always wants the best for us.
wiiBukan hanya itu, tepat di hari ulang tahun saya, si papa ngasih hadiah yang bikin saya menangis. Saya bingung dia tahu dari mana koq bisa ngasih sesuatu yang sangat berarti untuk saya. Apa itu? Wii U, Mario Bros! Ha ha ha :D
Saya sangat suka sama Mario Bros.
Dulu waktu saya masih kecil, saya sering mengunjungi rumah sepupu saya yang ngak jauh dari rumah. Mereka sangat kaya! Saya biasanya harus membantu nenek dan kakek saya motong sayur di dapur baru bisa meminjam Mario Bros punya sepupu saya. Pinjamnya pun ngak bisa lama, 30 menit saja karena mereka takut mainannya rusak. Memang hanya 30 menit, tapi saya sangat bahagia. Setiap hari minggu selalu saya nantikan karena saya selalu pergi ke rumah sepupu saya dan saya bisa main Mario Bros. Sekarang, di umur saya yang ke-30 saya akhirnya punya Mario Bros. Punya saya, ngak perlu motong sayur dulu. Saya bisa main kapan saja.... My husband is totally crazy. How come he knows everything about me? He knows exactly what makes me happy. :D
Yes, we should never look at the price of a gift but more to the meaning of it. <3

Friday, August 21, 2015

Sahabat, teman, kawan, dll...

Edisi lagi rindu sahabat, kawan, teman tersayang nun jauh di Indonesia.
Kadang merasa kesepian juga tinggal di sini, selain cuacanya sering ngaco (kadang paginya 6 derajat C eh siangnya 21 derajat C pas summer), bahasanya beda, makanan juga beda, dll.
daun kale yang rasanya mirip daun singkong
daun kale yang rasanya mirip daun singkong
Kemarin aja ketemu grönkål (*daun kale) udah jingkrak-jingkrak kayak orang gila karena udah rindu merasakan masakan daun ubi yang dimasak kari. Udah berapa tahun ngak makan nasi padang? Udah berapa tahun ngak makan perkedel nike dan cakalang fufu? Alamak... Sengsaranya kalo lagi home-sick. :'(
Udah gitu biarpun udah masak makanan Indonesia, mau menikmati sama siapa? Si papa jarang di rumah, kadang juga sudah makan sama rekan bisnisnya. Anak-anak juga lebih memilih makanan sini karena makanan Indo katanya lebih banyak bumbu dan agak pedas. Makanya enak juga kalo punya teman orang Indonesia jadi bisa sama-sama menikmati masakan Indonesia (baca: makan pake tangan plus sambel terasi).
Soal berteman sama orang Indonesia di sini well kadang susah-susah gampang. Kita semua datang dari kota yang berbeda-beda, hasilnya punya budaya yang berbeda juga. Agak susah punya dapat teman yang juga berasal dari Manado. Bukannya kenapa, kadang lebih merasa nyaman kalo bisa ngobrol pakai bahasa Manado dibanding harus memikirkan kosakata atau tata bahasa Indonesia biar ngak salah paham.
be yourselfDulu pas baru pindah ke sini, 1 tahun setelah menetap, dapat juga kenalan yang berasal dari kota yang sama. Sebut saja si S. Senangnya tak terkira... ha ha ha :D Akhirnya punya teman yang berasal dari Manado. Eh ngak lama kemudian si S ini pindah ke Manado. Kesepian lagi deh.... Kemudian ketemu si M ngak tinggalnya ngak begitu jauh. Aku pikir kita cocok karena sama-sama asal Manado. Ternyata seiring berjalannya waktu pertemanan kita bubar juga hanya karena salah paham. Begitu juga pas ketemu si O yang juga asal dari Manado. Pertemanan kita juga berakhir karena ternyata kita punya cara yang berbeda dalam menilai arti pertemanan. Daripada sakit hati, mending ngak usah berteman sama sekali.
Sekarang sih yang paling dekat malah yang tinggalnya di negara tetangga, si MJ. Kita belum pernah ketemu tapi rasanya koq sudah cocok. Well, semoga suatu saat nanti bertemu langsung dan kita bisa jadi teman yang baik sampai tua.
Prinsip saya dalam mencari teman sebenarnya gampang, ingin menikmati masakan Indonesia bersama, saling menopang, tolong-menolong, bisa saling curhat dan berbagi rasa tanpa ada cerita aneh-aneh nantinya yang muncul belakangan, dan anak-anak juga bisa bergaul dengan orang Indonesia yang lain supaya mereka merasa lebih PD untuk berbahasa Indonesia. Soalnya yang suka ngoceh bahasa Indonesia/Manado di rumah itu hanya saya sendiri. Anak-anak mengerti tapi lebih memilih berbicara memakai bahasa sini. Ternyata dalam memilih teman yang baik seperti mencari jarum di tumpukan jerami (*guru bahasa Indonesia saya pak Nyoman pasti bangga muridnya masih bisa ngomong majas perumpamaan ;) ).

Tiap kali bertemu orang Indonesia, senang tapi hati-hati juga karena sudah punya pengalaman yang ngak enak berteman sama orang Indonesia. Saking seringnya muncul masalah kadang saya berpikir, apakah saya yang salah? Bingung juga kadang...
Seperti masalah kemarin, soal ultah Cici dan Meme 2 tahun lalu: si O udah janji mau datang dan mau bantu-bantu masak (*menurut si O dia ngak berjanji). Tapi si O ini malah ngak jadi datang dengan alasan mau jenguk mertua. Eh malamnya keluarlah foto si O sama orang Indonesia yang lain. Problemnya : kenapa ngak bisa jujur? Bukan saya perhitungan, tapi saya begitu menganggap dia sebagai teman yang baik, bantuin dia masak pas dia butuh bantuan, jadi supir antar-jemput dia karena dia teman saya, dll. dan ternyata pada saat saya butuh bantuan, dia malah ngak bisa jujur dan membuat saya terlalu berharap dengan bantuan dia. Ternyata kita ngak punya penilaian yang sama yang namanya teman. Walaupun si papa sudah mengingatkan dari dulu ke saya : "kamu jangan terlalu berharap sama orang lain mamma! Anak itu anakmu sendiri, bukan anak mereka, jadi jangan terlalu berharap dia mau bantuin kamu acara ultah anak-anak". Iya, memang salah saya, tapi dari situ saya menilai ternyata kita ngak bisa jadi teman lagi karena ya saya sudah berusaha jadi teman yang baik untuk kamu, membantu kamu di kesulitan kamu eh pas saya lagi butuh bantuan kamu malah lari, bohong pula.
Masalah ini malah jadi tambah rumit pas ada salah satu teman si V jadi ikut salah paham karena dia juga berjanji mau bantu masak acara ultah tapi datangnya pas acara udah mau bubar. Saking sakit hatinya si V, bukannya mendengarkan penjelasan, malah ngirim sms gila penuh ancaman aneh. Kita hampir aja lapor polisi karena kejadian ini. Walaupun di dalam hati sebenarnya bersyukur juga sudah dibukakan mata di awal karena saya juga baru kenal si V. Korbannya ya si Cici, karena dia udah merasa akrab sama anak si O dan si V ini yang akhirnya si Cici juga kehilangan teman bermain. *Nasib....

Setelah kejadian si O dan si V tiba-tiba muncul lagi kejadian si TM. Bukannya mencari fakta, malah lebih percaya sama omongan orang lain. Menjelek-jelekan nama saya dimana-mana, sampai ngasih tau di perkumpulan orang Indo kalo saya datang jangan ditegur. Akibatnya si papa langsung meng-cut hubungan dengan orang Indonesia. Soalnya niat baik mau berteman eh kejadiannya malah bisa bikin ancur rumah tangga kita karena ada yang nekat telpon si papa bilang kalo saya itu ngak ke kampus, tapi selingkuh. Saya hanya bisa ngusap-ngusap dada...
Si TM ini juga malah jadinya suka menghasut, bawa nama saya bercerita hal-hal aneh dan akhirnya hubungan persahabatan saya dengan kawan yang lain berakhir. Yang tidak percaya sama si TM ini akhirnya hanya 1 orang, si F karena sampe saat ini saya ngak pernah ngomong yang aneh-aneh sama si F walaupun kita udah temenan lama.
controlMasalah ini bikin saya pusing 1,5 tahun lamanya. Saya memilih untuk diam saja karena saya ngak mau menghabiskan waktu untuk menjelaskan segala sesuatunya.  Prinsip saya, ya kalo kamu sudah memilih untuk mempercayai gosip dari orang lain, ngak ada gunanya kan kalo saya juga menjelaskan? Toh akhirnya kamu ngak bakal percaya dengan apa yang saya katakan.
Akhirnya saya memutuskan untuk ambil kuliah malam jarak jauh. Daripada saya tambah gila, lebih merasa kesepian di negara asing, lebih baik melakukan sesuatu yang berguna, yang membawa hasil yang baik. Hasilnya, saya lulus 60 points (1 semester biasanya 30 points) dalam 1 semester dengan nilai bagus... (*apa bisa lulus kalo saya selingkuh?)

rumorTuhan memang tidak menutup mata. Setelah makan waktu 1,5 tahun, akhirnya si TM ngirim sms minta maaf. Tapi apa dia mau jujur sama semuanya tentang apa yang dia perbuat yang mengatas-namakan saya? Saya sudah tawar... walaupun saya percaya manusia bisa berubah ke arah yang lebih baik tapi perbuatan si TM ini udah membuat saya sakit hati. Saya memaafkan dia tapi saya sudah ngak mau ada hubungan lagi. Lagipula saya bersyukur, dengan perbuatan si TM ini saya bisa tahu, teman mana yang benar-benar tahu karakter saya dan percaya saya. Terima kasih banyak ya TM!
me, Cici
me, Cici
Ya begitulah suka duka berteman di sini. Ngak semua orang Indo yang tinggal di sini itu error. Ada juga yang baik, saya sudah bertemu beberapa dari mereka. Tapi sekarang prioritas saya sudah beda dalam berteman. Karena kejadian kemarin bermasalah sama orang Indo, si Cici jadi peka. Cici malah yang suka menghibur saya : "Blir inte ledsen mamma! Jag vet att du vill ha en bra kompis. Men vet du vad, du är min bästa kompis för evigt (*Jangan sedih mama! Saya tahu kamu ingin punya teman yang baik. Tapi apakah kamu tahu, kamu itu teman terbaik saya untuk selamanya)". Saya sampe nangis terharu. Saya salah karena terlalu egois memikirkan perasaan saya sendiri. Makanya sekarang tiap kali saya agak libur dari sekolah, saya selalu meluangkan waktu sama anak. Yes my girls are my best friend forever!Teman lain yang biasanya ingin janjian ketemu, makan siang, dll. biasanya saya sesuaikan dengan jadwal anak-anak. My girls come first on my list.
me, MK
me, MK
Andaikan jarak antara Swedia-Manado itu dekat... Saya rindu sahabat baik saya di Manado, si MK, si LT, si BW, dll !!! Mereka selalu ada di setiap saya merasa susah dan senang. Saya rindu mereka amat sangattt....
Saya juga sangat rindu adik saya. Adik saya yang hebat, yang selalu membanggakan orang tua dan kakaknya. Selalu sabar menghadapi kegilaan kakaknya. Adik saya yang juga sahabat saya paling dekat, paling baik, paling sayang, dll. dimana kita mengalami segala sesuatunya bersama. Hanya dialah yang benar-benar mengetahui karakter saya sebagaimana saya tahu karakter dia. 
me, my lil sis, mom
me, my lil sis, mom
My dear lil' sister, you are my truly best friend. I am so sorry sometimes I make you angry and sad. I promise to be a better friend and a better sister for you. I miss you so much my dear :'( <3
Kalau ditanya lagi, mau ngak punya teman baru. Jawaban saya : Why not? Tapi saya butuh teman yang mau menerima saya apa adanya, yang mau mempercayai saya, yang mau mencari kebenaran dulu sebelum percaya gosip sebagaimana saya akan berbuat hal yang sama. Dimana kita bisa bersama-sama menikmati masakan Indonesia, makan pake tangan dan sambal terasi, bisa saling berbagi, bisa menjadi teman curhat yang baik tanpa muncul cerita yang aneh-aneh belakangan, bisa saling jujur dan berbagi hal-hal yang baik. Kamu masuk kategori itu ngak? ;)

It's not easy to be me sometimes...

Banyak yang suka ngasih komen kayak gini : "Hebat Nik! Lu bener-bener super mom deh! Ngak kebayang gimana jadi dirimu" (*He he he sekali-kali dipromosiin kali ye ;) ).
Ada juga yang ngasih komen kayak gini : "Kasihan dirimu, dijadikan budak sama suami. Suami kamu koq bisa ninggalin kamu berhari-hari. Jangan mau jadi budak di rumah dong!" (*He he he ya begitulah kadang di-judge orang yang negatif).
Nasib....
No one has the right to judge you, because no one  really knows what you have been through. They might have heard the stories, but they didn't feel what you felt in your heart.
Orang pada umumnya suka menilai lebih dulu daripada mencari tahu kejadian sebenarnya. Ya hidup saya susah, ya hidup saya senang. I'm truly happy because my girls are happy kids, my husband loves me so much, we have quite a good life (we have house, food, we are able to travel sometimes). I am quite sad because sometimes I experience discrimination, had a bad relationship with some friends here, I miss my family and good friends who live far away in Indonesia.Seperti layaknya manusia, ngak ada yang sempurna, begitu juga hidup.
Sekedar berbagi cerita tentang keseharian hidup saya.
Senin-Jumat : biasanya bangun jam 6:00 pagi (*kalau kuliah jam 10:00). Bangunin anak, ngurus sarapan mereka, gosok gigi mereka, menyiapkan pakaian mereka untuk sekolah. Jam 07:10 udah nyupir ngantar mereka di sekolah karena jam 07:30 mereka harus sudah ada di sekolah. Ngantar si Cici agak gampang, bawa dia ke gurunya, say hejdå (*bye bye), udah deh si Cici masuk ke kelas tanpa ada drama-drama. Nah kalo ngantar si Meme ke dagis (*playgroup), kadang harus sabar. Meme selalu banyak alasannya sebelum melepas emaknya, mulai dari minta peluk, minta cium, diajak ngobrol, mau pipis dulu, ngak mau pegang gurunya, dll. Tipsnya ya bicara baik-baik sama dia, lihat kedua matanya, bilangnya kayak gini : "Meme, mama harus ngejar bus, kamu harus sekolah. Mama nanti jemput kamu jam 5 sore (*kalo bisa jemput, kadang si papa yang jemput). Kalo mama beruntung dengan bus pulang, mama bisa jemput kamu lebih awal. Meme harus jadi anak manis ya di sekolah, jadi mama bisa gambar glad gubbe (*wajah senang) nanti di papanya Meme. Ok?". Biasanya sih ampuh, tapi kadang si Meme bikin drama (*udah kayak telenovela aja pake acara nangis). Nah gurunya biasanya ikut turun tangan bantuin. Sama gurunya ditanyain kemarin bikin apa saja sama mama, mau bikin apa hari ini, dll. Nah si Meme kalo dia udah tertarik ngobrol, langsung deh bilang hejdå mamma! Vi ses sen (*dah mama! Sampai jumpa nanti). Gurunya udah tau gelagat si Meme...
Biasanya butuh 20 menit waktu ninggalin mereka di sekolah. Abis itu ke terminal bus, markir mobil, lari-lari supaya ngak ketinggalan bus karena busnya berangkat jam 08:00 tepat. Kalo ketinggalan, terpaksa nyupir 20 km lagi ke stasiun bus berikutnya atau terpaksa nunggu 1 jam berikutnya karena jadwal busnya emang gitu. Perjalanan ke kampus makan waktu 2 jam dengan bus. Nyampe di sekolah tepat jam 10:00. Biasanya istirahat makan jam 12:00-13:00 dan mau ngak mau, kalo si papa ngak di rumah, harus pulang paling telat jam 14:45 dari kampus karena busnya berangkat 14:51 dari terminal dekat kampus. Nyampe di kota dekat rumah biasanya jam 16:50, ambil mobil dari parkiran, nyupir ke sekolah. Jam 17:00 udah deh, jemput mereka. Biasanya ada 2 wajah manyun alias cemberut yang nungguin. Si Meme yang marah karena mamanya jemputnya telat dan si Cici yang cemberut karena mamanya ambil adiknya dulu daripada ambil Cici. Abis jemput mereka biasanya nyupir pulang selama 20 menit kecuali hari Senin dan Jumat karena itu jadwal kita belanja. Jadi biasanya mampir dulu belanja (paling 40 menitan) baru pulang. Nyampe rumah langsung buru-buru masak. Biasanya udah disiapin dari pagi, pas nungguin mereka sarapan, saya biasanya motong sayur, sedia daging yang bakal dimasak nanti pas pulang sekolah. Jadi anak-anak sama papanya nunggu 30 menitan baru bisa makan malam. Abis makan malam anak-anak biasanya belajar. Si Cici mulai keluarin buku matematika dan Meme mulai sama puzzle alfabetnya. Ngawasin mereka sambil cuci piring. Abis mereka belajar 30 menit, biasanya mereka nonton TV 30 menit. Nah jam 19:00 udah deh mulai teriak mereka harus siap-siap bobo, mandi dulu, gosok gigi. Jam 19:40 ni krucil udah di kasur berusaha bobo. Karena sekarang mamanya sudah janji baca buku bersama sebelum bobo, jadi tiap malam mereka pilih 1 buku atau 1 cerita yang kita baca bersama selama 10 menit. Jam 20:00 biasanya udah tepar tuh berdua... ha ha ha :D Nah mulai deh mamanya bersih-bersih dapur sebelum bisa belajar bahan kuliah. Kadang kalo si papa di rumah kita biasanya ngobrol, sharing kegiatan kita seharian. Biasanya saya belajar sampe jam 24:00 abis itu ngecek si kucing, gosok gigi, mandi, baru bobo. Jam 00:40 biasanya udah di kasur, bobo. Begitu tiap hari Senin-Jumat kalo kuliahnya mulai jam 10:00. Kadang kuliah mulai jam 08:00 pagi, kalo pas si papa di rumah, si papa yang ngurus mereka pagi-pagi karena saya biasanya jam 05:30 udah nyupir ke terminal bus ambil bus jam 06:00. Begitu juga kalo kuliahnya selesai jam 17:00 si papa bisa jemput mereka, mamanya ntar nyampe rumah jam 19:20.
Capek? ya iyalah!!! Kadang di bus ketiduran juga, kadang juga telat, ketinggalan bus. Kadang ngak bisa ikut kuliah jam 08:00 karena si papa ngak di rumah.

Sabtu-Minggu : mimpinya sih bangun jam 08:00 pagi, tapi jam 06:00-06:30 udah ada 2 monster yang nunjuk-nunjuk, megang-megang hidung mama, bangunin mama karena mereka lapar. He he he :D Sabtu-Minggu itu jadwal bersih-bersih rumah, mulai dari lantai 2 (area kamar tidur) sampai lantai 1(ruang tamu-dapur), nyuci baju, strika, rawat tanaman, jenguk ayam di kandang, bersih-bersih kandang (tiap 2 minggu sekali). Sabtu-Minggu juga harus ada aktivitas sama anak. Kalo musim panas kayak gini biasanya kita main bersama (layangan, ayunan, bersepeda, lompat-lompat di trampolin, berkebun, dll.). Sabtu-Minggu biasanya jadwal untuk masak banyak, biar nanti disimpan di kotak makanan dan di-freeze jadi kalo sewaktu-waktu capek dan malas masak, tinggal dipanasin. :D
Kalo musim liburan kita biasanya pergi ngunjungi farmor (*mamanya papa), faster (*kakak/adik perempuannya papa), dan Cici Ullis (*anak tiri saya) di Gävle pake husvagn (*home-trailer/caravan yang bisa digandeng sama mobil). Kalo ngak ke Gävle ya kita bikin aktivitas sama anak di rumah, kadang bawa mereka ke tempat bermain, ke Liseberg (*Dufannya orang sini), ke kebun binatang, piknik di hutan. Yang jelas selama libur, anak-anak disarankan belajar minimal 1 jam tiap hari kecuali hari mingu. Disarankan artinya mereka bisa memilih untuk tidak belajar, tapi no TV no Surfpad. Kalo mereka belajar, baru mereka bisa menikmati TV dan Surfpad selama lamanya waktu mereka belajar. Pernah si Cici belajar seharian biar besoknya bisa main surfpad seharian. Pas besoknya malah dia lupa kalo dia bisa main seharian. He he he :D
Biasanya sekolah anak-anak udah di mulai seminggu sebelum kuliah mulai (*makanya bisa nge-blog sekarang). Jadi mamanya punya kesempatan beres-beres rumah, bantuin si papa nge-cat rumah, bersih-bersih kebun, nyiapin materi kuliah, dll.
Si papa juga sibuk, kerjaannya dia bikin dia sering ke luar kota, bahkan ninggalin kita berminggu-minggu. Mo marah, sedih, dll. ya ngak bisa. Cuman si papa yg kerja. Kalo si papa ngak kerja, mo makan apa kita?

successAda juga yang nanya : "Kenapa sih mau kuliah lagi? Bukannya hidup kamu udah enak, suami kerjaan bagus, punya rumah sendiri, mobil, dll. Kan kamu bisa jadi IRT saja, tinggal di rumah, ngurus anak. Apa anak kamu happy ditinggal gitu seharian di sekolah?"
Jawabannya ya emang kalo udah jadi IRT ngak bisa jadi yang lain lagi? Justru karena anak-anak yang nyaranin mamanya sekolah lagi biar bisa pintar secara mamanya bukan orang Skandinavia. Saya juga bukan tipe yang cuma suka jadi IRT, rasanya jadi tambah sedih di rumah karena jadi ingat keluarga jauh di Indonesia. Saya juga pingin punya uang sendiri jadi kalo ada apa-apa ngak usah minta si papa (walaupun si papa ngak pernah pelit). Saya sudah terbiasa mandiri. Anak-anak malah support, kata mereka : "Du måste bli glad mamma! Du måste göra nånting som du tycker om! (*Kamu harus jadi bahagia mama! Kamu harus buat sesuatu yang kamu suka!)". A happy mom creates a happy family.
me-matteAkhirnya tahun 2013 saya memilih untuk mendaftar kuliah lagi untuk menjadi guru Matematika untuk SMA. Kenapa? Saya suka matematika. Tiap kali melamar kerja disini selalu dapatnya jadi mentor matematika karena lulusan teknik itu sudah banyak. Umumnya mereka memilih orang Skandinavia dibanding orang imigran seperti saya. Bukan karena diskriminasi loh, tapi karena mereka lebih nyaman sama orang sendiri yang sudah tahu sistem di sini. Kalo ambil saya kan mereka harus mengirimkan saya ke pelatihan dulu. Dulu juga pernah kerja sesuai dengan latar pendidikan saya, tapi malah disuruh kesana-kemari ikut pelatihan. Rasanya ngak bisa jauh dari Cici dan Meme, akhirnya kerja 3 bulan saja. Kalo ikut pendidikan guru kan bisa lebih banyak waktu bersama mereka karena kita punya jadwal liburan yang sama dan ngak perlu dikirim kesana kemari tiap saat.
Kenapa ngak kerja jadi mentor matematika saja? Karena gajinya kecil. Sejam hanya dihargai 110 SEK (1 SEK = 1500 IDR, kurs hari ini). Kalo jadi guru matematika bisa dapat kira-kira 26.000 SEK per bulan (sebelum pajak yah! Paling dapat 18.000-19.000 SEK bersih di tangan). Kan lumayan.... 
Selama kuliah juga banyak kejadian yang ngak enak karena banyak yang suka memandang remeh kita wanita Asia. Banyak yang pikir kita ini menikah sama kakek-kakek biar bisa dapat hartanya si kakek kalo dia meninggal, kita ngak punya pendidikan yang bagus di negara asal kita, dll. Ya begitulah, ngak bisa menyalahkan mereka juga sih karena banyak (ngak semua loh) wanita Asia melakukan apa yang dituduhkan orang sini. Pernah dibilang sama guru sendiri pas saya mulai masuk kuliah, katanya : "Du kan inte klara den här utbildning. Det kommer att kostar dig 6-7 år istället av 5 år. (*Kamu ngak bisa lulus pendidikan ini. Pasti kamu butuh 6-7 tahun daripada 5 tahun)". Nasib....
happy
Ada juga kendala yang lain contohnya anak sakit, terpaksa bolos kuliah dan jadinya ketinggalan pelajaran di sekolah. Ngak masalah sih, namanya juga keluarga itu nomor 1. Makanya semester kemarin ada 3 mata kuliah ngak lulus. Ha ha ha :) I'm only human.. Jadi 3 mata kuliah ikut ujian ulang dan puji Tuhan lulus semuanya.
Kendala yang lain lagi ketika saya mulai merasa home-sick, rindu rumah. Tiba-tiba merasa kesepian di negara asing. Untungnya sering dihibur sama 2 krucil di rumah dan si papa kerja keras biar kita sekeluarga bisa liburan di Indonesia 2 tahun sekali.
Bersyukur sekali punya suami baik dan tidak pelit. Tiap kali si papa tahu kalo saya mulai capek, malas masak, pasti si papa udah beli pizza, kadang ngajak makan di luar, bahkan si papa udah menyediakan makan malam jadi saya ngak usah masak lagi. Si papa juga ngak pernah marah atau keberatan tiap kali saya beli bahan makanan Asia yang harganya ngak murah, bahkan si papa selalu menawarkan diri bantuin beli tiap kali dia lewat toko Asia. Padahal saya tahu dia juga capek/lelah dan gampang stress karena semua sangat bergantung sama kerjaan dia. Banyak tagihan yang harus dibayar, harus beli baju dan sepatu baru buat anak-anak, uang makan, dll. Makanya yang suka bilang ke saya kalo saya ini bodoh mau dibudak suami, tolong berkaca dulu. Suami anda bisa saja ngak perduli sama anda, hang-out sama teman-temannya, tapi dia begitu mencintai anda, kerja keras supaya anda tidak merasa lapar, supaya anda bisa beli baju, tas baru, supaya bisa beli kosmetik supaya anda bisa merasa cantik walaupun di mata dia anda itu paling cantik. Cobalah dulu membayangkan anda di posisi suami. Apa anda bisa? Begitu pula para suami, coba dulu di posisi istri, apa anda bisa? Makanya saling menghargai satu dengan yang lain. Anda menikah karena cinta, sudahkah anda buktikan itu? Saya tiap kali dibilang bego, budak suami, dll. Saya hanya bisa bilang karena saya mencintai suami saya dan anak-anak saya makanya saya mau melakukan semua.
I love my family, that's why I am willing to do everything for them.
Sekarang udah 2 tahun berjalan kuliah saya, so far so good. Semua mata kuliah puji Tuhan lulus dengan nilai bagus. Selain itu anak-anak kelihatannya senang juga baik di rumah dan di sekolah dan si papa malah lebih happy karena istrinya ada kegiatan sendiri, si papa ngak dituntut lagi harus sering ada di rumah. Si papa bisa kerja dengan tenang dan damai. Dulu pas masih jadi IRT selalu cemberut sama si papa karena dia sibuk sama kerjaannya dia. he he he :D It's a win-win situation and everyone is happy. Semoga dalam 3 tahun ke depan bisa lulus dan bisa dapat kerja. Amin.... :)

Thursday, August 20, 2015

Regler (*peraturan) di rumah kita

Setiap rumah punya peraturan masing-masing. Menurut si Cici yang sekarang cerewetnya minta ampun, di rumah kita aturannya terlalu banyak!!! Ha ha ha :D  Peraturan itu dibuat bukan untuk dilanggar, tetapi demi kenyamanan hidup bersama. Peraturan di rumah kita berlaku untuk semua, tak terkecuali, bukan hanya untuk anak-anak.
Regler (*peraturan) rumah kita diantaranya :
  1. Man måste lyssna (*harus belajar mendengarkan). Harus membiarkan orang yang sedang bicara menyelesaikan apa yang hendak disampaikan biar tidak ada salah paham. Anak-anak umumnya susah untuk mendengarkan, apalagi yang ada sangkut pautnya dengan kata “jangan”, “tidak boleh”. Telinga mereka sepertinya sudah bisa memilih langsung, mana yang penting dan mana yang tidak penting. Emaknya biasanya udah bilang ke mereka, “kalau kalian tidak mau mendengarkan mama, mama juga ngak mau mendengarkan kalian nantinya.” Jadinya mereka bisa merasakan gimana sakit hatinya mama atau papa kalo mereka ngak dengar perkataan orang tua. Mendengarkan bukan berarti harus dikerjakan. Kadang kita bisa juga diskusi kalau mereka merasa itu ngak adil. Tapi tetap harus belajar mendengar…
  2. Man får inte ljuga (*ngak boleh bohong). Apapun yang terjadi, harus berusaha untuk jujur. Walaupun jujur itu kadang terasa pahit. Jadi ingat dulu, saking jujurnya si Cici, pas di ajak ke acara kawinan teman orang Thailand, dia sampe teriak, “kue pengantinnya ngak enak!!!”. Hasilnya emaknya yang malu, ngak tahu mau ditaruh dimana muka emaknya. Pas pulang rumah kita bicarakan sama anak-anak. Jujur boleh, tapi soal kue, belum tentu kue itu ngak enak menurut orang lain. Semua orang punya pendapat berbeda-beda. Bangga karena anak-anak bisa jujur tapi jujurnya harus diarahkan ke arah yang benar. Diusahakan dipertimbangkan lagi apa yang kita ucapkan supaya tidak menyakiti hati orang lain. Hasilnya, si Meme kalo diajak belanja dan ditanyakan pendapatnya selalu dia jawabnya, “Mama, maaf, jujur menurut Meme bajunya ngak bagus.” Ha ha ha… lebih manis didengar kan???
  3. Man ska vara snäll och respektera varandra (*harus ramah dan menghormati sesama). Pertanyaan yang biasa aku tanyain ke anak-anak, “Apa kalian mau orang lain itu kasar terhadap kalian?”. Sebagaimana kita mau dilayani dengan ramah dan dihormati, begitu juga orang lain mau hal yang sama. Tidak boleh saling pukul, harus saling menyayangi. Anak-anak untungnya mau mengerti (*kadang berantem juga).
  4. Man måste ha ansvar om sitt beteende och sina saker (*harus bertanggung jawab dengan perbuatan dan barang-barang milik pribadi). Harus punya tanggung jawab kalau kamar ancur kayak kapal pecah. Seperti kita orang tua yang bertanggung jawab untuk mengurus dan menghidupi anak, begitu juga anak harus punya tanggung jawab terhadap apa yang mereka perbuat dan apa yang mereka punya. Kata lainnya menurut si Cici : “BERSIH-BERSIH!!!” karena selalu problemnya ya anak-anak malas membereskan mainan mereka.
  5. Man måste göra som man har lovat (*harus menepati janji). Namanya janji ya janji. Ngak boleh ingkar. Dulu biar badan rasanya udah remuk pingin bobo seharian tapi karena sudah janji bawa ke Liseberg (Dufan-nya orang sini) terpaksa bawa mereka ke sana. Kita sebagai orang tua selalu dijadikan contoh sama anak. Kalau kita sering ingkar akhirnya anak-anak malah ngak akan mau dengar dan percaya kita lagi. A promise is a promise! If you can’t keep your promise, don’t promise then!
  6. Glömmer inte att säga tack, förlåt/ursäkta, snälla (*jangan lupa bilang terima kasih, maaf/permisi, tolong). Emaknya paling suka mengingatkan krucil berdua, jangan lupa 3 magic words. They are magic because they can make others happy. Aku biasanya selalu bilang 3 kata ini ke mereka. Puji TUHAN, mereka juga selalu bilang 3 kata ini di sekolah. Sampe gurunya si Cici pernah bilang kalau Cici itu anak paling sopan yang pernah dia temui (*emaknya sampe nangis haru karena gurunya ngak tahu perjuangan emaknya di rumah biar bisa seperti itu). Kita di rumah ngak pernah memakai kata yang “not so nice” (*kata makian). Anak-anak pun begitu, sampai detik ini mereka ngak pernah memaki, baik di rumah atau di sekolah. Walaupun mereka sudah banyak mendengar kata makian di luar dari orang lain, tapi ngak pernah mereka ikut-ikutan. Karena kita selalu mengajarkan apa yang kamu ucapkan sebaiknya kamu pikirkan dulu apa itu enak di dengar untuk dirimu sendiri atau tidak.
  7. En snäll person får gotti gott, inte snäll får ingenting (*Orang yang ramah dan manis dapat reward, yang ngak tidak dapat apa-apa). Mengajarkan anak hukum sebab dan akibat. Ada sebab ada akibat, ada usaha ada reward. Yang kusam, cemberut dan nakal ngak dapat apa-apa.
  8. Man ska vara tacksam för allt man har (*harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya). Untungnya kita sering nonton TV bersama. Tiap kali ada iklan unicef, anak-anak di India yang sudah yatim piatu, ngak punya mainan, harus masak, bersih-bersih rumah muncul di TV anak-anak selalu suka bertanya, kenapa bisa begitu. Kita selalu menjelaskan ke mereka bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, kita punya rumah, masih ada keluarga, masih bisa makan dan sekolah karena di luar sana masih banyak yang ingin punya hidup seperti kita. Sampe si Meme udah mulai jualan di loppis (*second hand store) mainan, baju bekas yang dia ngak pake lagi supaya bisa ikut nyumbang ke unicef.
dan masih banyak lagi…. (*menurut krucil berdua). ha ha ha :D

glad och sur gubbe
glad och sur gubbe

Di rumah prinsipnya memakai “en glad och en sur gubbe” (*wajah senang dan sedih). Tiap hari dilihat kelakuan mereka, anak manis atau tidak. Jika jumlah “sur gubbe” (*wajah sedih) lebih banyak daripada “glad gubbe” (*wajah senang) mereka ngak bakal dapat uang saku mingguan, kue dan reward yang lainnya.
Penggunaan uang saku sebenarnya sih untuk mengajarkan mereka kalau uang itu didapatkan dengan susah payah. Mereka lebih menghargai apa yang mereka punya karena segala sesuatunya ngak didapatkan begitu saja. Emaknya selalu mengingatkan kalau si papa sampe kadang ngak pulang rumah, kerja keras untuk kita semua. Ngak semua apa yang mereka tunjuk di toko mereka dapatkan. Harus nabung dan beli sendiri. Jahat ya emaknya? Well, kalo ngak begitu bakal dimanja abis-abisan sama keluarga karena 2 krucil ini yang paling kecil di keluarga. Sering dikasih mainan sama tante, oma, om, sepupu yang akhirnya cuma dilempar begitu saja karena selalu berpikir pasti dapat yang baru lagi. Sejak pake aturan ini, anak-anak jadi lebih menghargai apa yang mereka punya. Bahkan si Cici sering banget curhat di sekolah, katanya : “kasihan si papa harus kerja keras supaya bisa beliin Cici sepeda baru”. He he he :D
Well, namanya manusia ngak ada yang sempurna. Anak-anak kadang juga sering melawan aturan. Kuncinya ya papa-mama harus konsisten sama aturan. Si papa bilang A, si mama juga harus ikut bilang A. Kalo si papa bilang B dan si mama bilang A bisa kacau dunia (anak-anak jadi bingung mana yang benar)… ha ha ha :)

Kenapa anak-anak suka belajar?

Di Facebook, saya suka upload foto, video kegiatan si krucil berdua biar oma dan ii-nya (*tante, adik saya) yang tinggal nun jauh di Indonesia bisa mengikuti perkembangan mereka. Sebenarnya sih boleh aja di upload private, di setting hanya oma dan ii saja yang liat tapi banyak kawan baik saya juga di facebook ingin tahu juga (*alasan doang karena sebenarnya juga bisa di setting tapi sebenarnya emaknya ada yang sok bangga, pamer prestasi anak :P).
study time
study time
Cici, umur 6 tahun (7 tahun nanti di bulan Sept) suka banget matematika. Sekarang sih baru masuk kelas 1 tapi Cici udah bisa perkalian dan pembagian. Meme, umur 4 tahun (5 tahun nanti di bulan Sept) sekarang lagi belajar membaca. Pokoknya mereka berdua bikin emaknya bangga dah... Mereka mau dengar kalo dibilang kita harus belajar biar pintar. Cici malah tiap hari ngejar-ngejar emaknya untuk belajar bersama. Sampe kadang emaknya ngak bisa lagi bersih-bersih rumah karena di"paksa" Cici harus ngajarin matematika. Begitu juga Meme, si keras kepala yang ingin bisa baca sendiri. "Jag kan själv!" (*Saya bisa sendiri).
Kenapa bisa begitu ya?!? Koq bisa anak-anak suka belajar?
Jawabannya ya tergantung orang tuanya... Saya kebetulan suka matematika. Math = fun. Dulu mikir kalo bisa matematika, ngak bakal ada yang bisa bohongi saya soal uang, perhitungan, dll. Saya bisa jadi kaya (*mimpi). Kalau orang tua bisa memperlihatkan anak belajar itu FUN, pasti anak mau belajar. Anak-anak itu ngak gampang dipaksa, mereka bakal buat, coba sesuatu yang baru kalau mereka merasa tertarik.
Ketika si Cici dan Meme umur 3 tahun, dia mulai suka berhitung. Biasalah anak-anak, nonton Dora, ngikut deh berhitung. Nah tiap kali dia ngitungnya benar, emaknya langsung kayak tiup terompet, teriak : "Cici PINTAR!!! Meme PINTAR!!!". Karena selalu dipuji emaknya, jadinya Cici dan Meme termotivasi untuk belajar lebih.Kita di rumah ngak pernah maksa anak untuk belajar. Seiring dengan perkembangan teknologi, adanya surfpad (Ipad, Android, dll), TV, dll anak-anak jadinya malas. Mereka bisa seharian tuh duduk di depan TV, nonton kartun kesukaan mereka atau main surfpad berjam-jam sampe lupa makan. Makanya di rumah kita di bikin aturan. Kalau kamu mau nonton TV atau main surfpad, kamu harus belajar dulu. Setiap kamu belajar 1 jam, kamu bisa nonton TV ato main surfpad selama 1 jam juga. You gotta earn it! Ngak mau belajar juga no problem. Banyak tuh mainan di kamar mereka (baca: lego, boneka, puzzle, dll) yang masih bisa mereka pakai untuk main. Plus ada sepeda, ayunan, dll untuk main di luar rumah. Kita ngak mau mereka ketergantungan sama TV atau surfpad. Kalau mereka mau nonton TV agak lamaan boleh, asal nontonnya National Geography, Kunskapkanalen (*Science channel) atau Animal Planet. Jadi selain nonton kita jadi bisa belajar juga. Plus kalau cuaca bagus harus main di luar minimal 1 jam. Embrace the nice weather outside! 
let's ride our bike and say hi to our neighbors
let's ride our bike and say hi to our neighbors
Maklum di tempat kita tinggal tuh, cuaca ngak selalu cerah dan panas. Jadi namanya musim panas, pasti benar-benar dimanfaatkan dan dirayakan, benar-benar dihargai. Jadi anak-anak wajib main di luar. Biasanya ya main ayunan pas emaknya bersih-bersih taman, atau kita bersepeda bersama sambil jenguk tetangga kita.
Let's go to the forest!
Kalo pas si papa agak lowong dari kerjaanya dia (si papa sibuuuukkkkk banget dah) kita biasanya piknik ke hutan sekeluarga. Anak-anak biasanya paling suka ke hutan karena mereka bisa sambil belajar mengenal hutan, megang ular, laba-laba, tupai, lihat rusa, babi hutan, atau älg (*sapi hutan).
Belajar bukan berarti diam di rumah, duduk depan meja penuh dengan buku. Kadang pas ngajak anak belanja kebutuhan sehari-hari bisa juga sambil belajar. Aku biasanya bikin kompetisi sama si Cici, karena dia suka matematika. Kita main tebak-tebakan. Kalo Cici bisa nebak dengan benar atau mendekati jumlah uang yang harus dibayar di kasir (plus minus 10 kronor), dia bisa dapat *guldpengar (*koin emas = 10 kronor). Cici biasanya lihat harga barang yang kita beli dan dia hitung di kepala satu per satu. Biasanya sih tebakan si Cici nih benar atau masih dalam cakupan nilai plus minus 10 kronor. Kalo si Meme biasanya aku suruh lihat huruf, eja bersama bahan belanja kita. Mana tulisan tomat, timun, susu, dll. Jadi dia juga belajar mengeja. Kalo dia bisa mengeja benar (contohnya t+0=to, m+a=ma, plus t = tomat) sebanyak 5 barang belanjaan, dia juga bisa dapat guldpengar. Hasilnya ya anak-anak senang kalo diajak belanja dan mereka belajar (walaupun uang emaknya lama-lama habis kalau begini terus).
Cici suka Matematika
Cici suka Matematika
Anak-anak jadi suka belajar karena it's fun! Selain mereka jadi pintar, dapat uang saku tambahan, mereka juga jadi senang dipuji sama guru mereka di sekolah. Si Cici bahkan ngak usah tinggal di kelas 1, bisa langsung naik ke kelas 4 karena sudah bisa perkalian dan pembagian. Meme juga bisa langsung ke TK karena sudah bisa mengeja, ngak usah lagi di dagis (*playgroup). Tapi kita sebagai orang tua ngak pernah maksa anak kalau mereka tidak mau. Biasanya anak-anak diberi pengertian, dikasih tahu sisi positif dan negatifnya supaya mereka belajar mengambil keputusan sendiri. Si Cici pemalu, jadi dia agak sulit bergaul dengan teman baru. Makanya dia mau tinggal di kelas 1. No problem.... yang ada kasihan gurunya di kelas 1 karena harus menyediakan pelajaran yang lebih susah yang sesuai kemampuan si Cici. Gurunya Meme di dagis juga selalu bermain tebak-tebakan huruf sama Meme.  Dan krucil berdua selalu dipuji sama guru makanya mereka lebih PD lagi mau belajar.
Jadi kalau ditanya orang atau kawan di Facebook, kenapa sih anak-anak suka belajar?
 karena belajar = FUN, kita jadi tahu apa yang kita tidak tahu sebelumnya dan belajar bikin kita bahagia (*jawaban anak-anak loh, bukan emaknya) :D