Si Cici dan si Meme dulu suka sekali memilih makanan, apalagi sayuran. Mereka berdua hanya mau makan sayur yang mereka suka contohnya jagung manis, timun, wortel. Sayur yang lainnya seperti bunga kol, tomat, kacang polong, petcai, dll. kagak bakal disentuh sama mereka. Emaknya harus putar otak menghadapi sifat yang satu ini karena emaknya paling anti buang-buang makanan (*walaupun si ayam bakal jingkrak kesenangan mendapat rejeki dari makanan sisa).
Anak-anak paling susah kalo dipaksa. Dulu saya suka ngancam, kalian ngak bakal dapat ice cream nanti kalo kalian tidak makan sayur. Tetap ni krucil CUEK! Kata mereka : "Det gör inget om vi kan inte få glass, vi lever ändå. (*Ngak apa-apa ngak dapat ice cream, kita masih bisa hidup koq)". Nah loh!
We can never force our kids to do something that they don't like but we can make them do it with another way. Let them understand the reason why...
We can never force our kids to do something that they don't like but we can make them do it with another way. Let them understand the reason why...
Akhirnya 2 tahun lalu, setelah saya mendapatkan kebun sayur, saya mulai menarik anak-anak untuk ikut berkebun. Saya mengajak Cici dan Meme untuk menanam sayur. Let's do some magic with our hands girls!
Dimulai dari musim semi, saya kasih mereka masing-masing petak sendiri untuk menanam sayur. Jelas, mereka memilih untuk menanam wortel karena mereka suka sekali makan wortel. Di petak yang lain saya tanam stroberi, bayam lokal, choisum/caisim, bawang bombay, seledri, dll.
Selain itu saya mengajak mereka membantu saya membersihkan rumput yang mulai suka ikut-ikutan numbuh di petak sayuran dan buah, juga menyiram tanaman. Belum lagi menjaga tanaman itu dari hama penyakit dan hewan pemangsa sayur seperti siput. Dan untuk lebih seru lagi, saya biarkan mereka mendekorasi sendiri petak sayur masing-masing.
Selain itu saya mengajak mereka membantu saya membersihkan rumput yang mulai suka ikut-ikutan numbuh di petak sayuran dan buah, juga menyiram tanaman. Belum lagi menjaga tanaman itu dari hama penyakit dan hewan pemangsa sayur seperti siput. Dan untuk lebih seru lagi, saya biarkan mereka mendekorasi sendiri petak sayur masing-masing.
Hasilnya, si Cici dan Meme benar-benar mengikuti perkembangan sayuran mereka. Mereka jadi tahu asal wortel dari mana. Mereka juga bisa membandingkan rasa makanan yang mereka tanam sendiri jauh lebih nikmat dibanding yang biasa kita beli di toko. Lebih penting lagi, mereka makan sayur! Yes, mereka makan semua jenis sayur yang kita tanam sendiri juga sayur yang lain. Kenapa? Saya jelaskan ke mereka kalo petani itu sedih kalo dia mengetahui hasil kerja kerasnya tidak dihargai oleh kita sebagai konsumen.
Mereka jadi lebih mengerti karena mereka sudah mengalami sendiri, menanam sayur itu tidak gampang. Akhirnya pas musim panen sayur, begitu saya masak sayur, mereka berdua menghabiskan semua jenis sayuran di piring masing-masing tanpa emaknya berkoar-koar, marah-marah atau harus mengancam no ice cream on Sunday.
They learn a lot from this magic activity. They learn how to be more patience, how to work hard before they get some result, also they learn how to appreciate the farmer's job.
Mereka jadi lebih mengerti karena mereka sudah mengalami sendiri, menanam sayur itu tidak gampang. Akhirnya pas musim panen sayur, begitu saya masak sayur, mereka berdua menghabiskan semua jenis sayuran di piring masing-masing tanpa emaknya berkoar-koar, marah-marah atau harus mengancam no ice cream on Sunday.
They learn a lot from this magic activity. They learn how to be more patience, how to work hard before they get some result, also they learn how to appreciate the farmer's job.
Krucil berdua paling senang kalo diajak panen. Wah mereka berdua pada berebutan bantuin mama. Apalagi panen stroberi. Rasa stroberi yang manis, dan makin manis kalo cuacanya bagus. Wortelnya bisa mereka bagi dengan Ludde, kuda poni kepunyaan tetangga yang selalu ada di halaman kita tiap summer.
Tahun ini kita ngak banyak menanam karena cuaca yang buruk dan terlalu banyak siput di kebun. Saya juga sibuk sama kuliah jadi belum sempat membersihkan kebun. Yang tersisa ya sayuran yang ditanam sendiri sama si Cici, bumbu dapur yang muncul tiap musim semi (bawang, daun mint, oregano, thyme, seledri) dan stroberi. Walaupun begitu pelajaran soal menanam sayur tetap melekat sama anak-anak dan mereka tetap makan sayur. Horeeeee!!! :D

No comments:
Post a Comment