Pages

Sunday, August 23, 2015

My religion is Love (agamaku itu adalah kasih)

Ada yang menarik dari hasil pertemuan orang tua dan guru di sekolah Cici, yaitu soal agama. Gurunya si Cici bertanya ke saya, Cici itu agamanya apa. Saya hanya menunduk dan berkata agama kami adalah kasih.
Saya mempunyai latar belakang sebagai seorang kristen tapi kadang masih malu mengakui kalau saya ini kristen karena saya belum melakukan segala sesuatunya  seperti yang diajarkan firman Tuhan. I feel that I am not a good Christian because I still couldn't give my other cheek yet. I still not be able to love my enemies and do good to those who hate me.
Luke 6:29 Whoever hits you on the cheek, offer him the other also; and whoever takes away your coat, do not withhold your shirt from him either.
Saya masih merasa masih manusia berdosa yang punya banyak salah dan masih belum bisa untuk hidup sebagai seorang Kristen.
Mama saya seorang yang memeluk agama Buddha, bahkan mama merupakan seorang guru agama. Sebagai anak yang hidup di dalam keluarga yang berbeda agama, saya sangat bersyukur karena saya diajari untuk menghormati agama lain. Beberapa dari keluarga saya memeluk agama Islam dan Katolik. Hanya Hindhu saja yang belum.
Ketika saya mulai kuliah di sekolah Katolik, saya mulai merasa terpanggil untuk masuk agama Katolik. Saya kebetulan dekat dengan seorang pastur, menganggap beliau seperti papa saya sendiri. Saya melihat gaya hidup beliau yang sederhana, tidak matrealistis seperti kebanyakan pendeta atau pastur yang saya kenal. Di samping itu saya juga suka membantu mama saya berdana ke Bikkhu di Vihara. Saya merasa sangat damai dan selalu merasa tenang setelah bertemu dengan pastur ataupun Bikkhu. 
Saya belajar pelajaran mengenai Karma agama Buddha yang saya rasa sangatlah mirip dengan ajaran Kristen.
Galatians 6:7 Do not be deceived: God is not mocked, for whatever one sows, that will he also reap.
Dari situlah saya selalu berpikir semua agama itu sama saja. Mereka mengajarkan umatnya untuk mengasihi sesama. Dari mama saya yang selalu mengingatkan saya untuk selalu menanam karma baik yaitu berbuat baik ke sesama, begitu pula dengan ke gereja, Pendeta selalu mengingatkan kita untuk saling mengasihi.
I believe that every religion teaches their people to be kind to one another.
Saya makin bertambah bingung ketika saya mengenal lebih dekat dengan beberapa orang yang mengakui bahwa mereka hamba Tuhan tetapi masih saja suka bergosip, berburuk-sangka, berbohong, dll. Memang kita diajari untuk tidak menghakimi sesama. Memang itu urusan mereka dengan Tuhan tetapi di mata saya yang ingin lebih mengerti Tuhan saya menjadi bingung. Apa inikah contoh yang baik dari hamba Tuhan? We should not judge because we are not the judge. Are we perfect ourselves that we are able to point out our fingers to those who are not perfect? 
Saya lebih menghabiskan waktu membaca alkitab sendiri dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Semakin saya berusaha memahami semakin saya merasa kecil di mata Tuhan. Saya belum bisa dikatakan seorang Kristen karena saya belum bisa melakukan semua apa yang Tuhan mau. I am not a good Christian. I am not perfect and I am a sinner.
Makanya saya tidak pernah mengenalkan ajaran khusus 1 agama ke anak-anak. Saya mau anak-anak mengenal kasih dan mengasihi sesama dahulu sebelum mereka memutuskan sendiri cara mana yang mereka lebih cocok dalam berdoa.
I don't want my girls to be a fanatic, I don't want them to believe that one religion is the right one while others are wrong. I want them to be kind to another no matter what (not based on race, religion or what so ever!). Everyone is the same in front of God.
Ya, susah juga jadi orang tua terlebih ketika diperhadapkan pada masalah yang 1 ini, agama. Apalagi kita sekarang hidup di negara yang bisa dikatakan me-legal-kan hubungan sesama jenis. Aduh, jadi tambah pusing pokoknya...
Apalagi ketika mau berdiskusi soal agama, bawaan orang itu selalu sensitif. Serasa mau berperang saja. Padahal maksud saya ya baik hanya ingin bertanya.
There are still some good Muslims, good Christian, good Buddhist, and so on, just like there are also bad Muslims, bad Christian, bad Buddhist and so on. We are still human and we make mistakes. Hopefully, we learn from our mistake to be a better person in the future.
Jadi kalau ditanya sama orang, agama kamu itu apa? My religion is love. I believe in God and I believe God wants us to love one another and to live in peace and harmony. Religion is something private that I have only between me and my God. I will be responsible for my sins, all the things I've done not what others did.Untuk gurunya si Cici saya hanya bilang latar belakang agama di keluarga saya itu aneka rupa. Biarkan saja dia memilih sendiri ketika dia sudah cukup dewasa. Karena untuk memaksakan suatu agama itu sebenarnya dosa. Biarkan dia merasa terpanggil karena kita mengajarkan dia beginilah gaya hidup orang Muslim/Kristen/Buddha/dll. yang baik. I let my girls decide themselves and let them be inspired to do good in their life. <3

No comments:

Post a Comment